SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada tahun ini rencananya akan memperbaiki sebanyak 40 ruang kelas level SD, SMP hingga PAUD yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Pembangunan terdiri dari 25 Sekolah Dasar (SD), lalu SMPN ada 14 sekolah dan PAUD hanya satu sekolah yakni di TK Pembina Kramatwatu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan pada Dindikbud Kabupaten Serang, Christiansyah Pagua Amran, mengatakan prioritas pembangunan ruang kelas difokuskan pada ruang kelas yang mengalami rusak sedang hingga berat.
Hal itu diupayakan agar lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidiknya, dan akan diperbaiki sesuai tingkat kerusakannya.
“Kita hanya rehabilitasi sekolah-sekolah dengan kategori rusak sedang hingga berat, ruang kelas rusak dan bangun ruang kelas baru, kita perbaiki,” katanya, Senin 13 April 2026
Christiansyah merincikan, untuk SDN ada 25 sekolah dengan total anggarannya Rp9,5 miliar terdiri dari rehabilitasi ruang kelas, membangun ruang kelas baru, pagar sekolah, pembangunan toilet, atap sekolah dan pembangunan perpustakaan sekolah.
“Jadi menu rehabilitasinya macam-macam ada perbaikan atap sekolah, ruang kelas, toilet atau WC, pagar sekolah, perpustakaan dan ada juga pembangunan ruang kelas baru,” ujarnya.
Lalu, pembangunan sekolah SMPN ada 14 sekolah akan dilakukan rehabilitasi dengan anggarannya sebesar Rp10,8 miliar. Pembangunan akan digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), toilet, atap sekolah, pembangunan ruang kelas baru, dan perpustakaan.
“Semua itu akan kita rehabilitasi untuk SMPN, dan untuk PAUD hanya satu di TK Pembina Kramatwatu, membangun perpustakaan dengan total anggaran Rp208 juta,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, saat ini baru pada tahapan pemilihan konsultan perencana, apabila telah selesai, akan dilanjutkan dengan proses pembuatan Detail Engineering Design (DED) sampai pembangunan fisiknya.
Lebih lanjut, pihaknya menargetkan agar proses pembangunan fisik dapat dimulai di bulan Juni 2026. Sehingga, pada bulan November proses pembangunan selesai dilakukan.
“Paling lambat November sudah bisa selesai semuanya, karena maksimal empat bulan harus sudah selesai pembangunannya, maka kita targetkan Juni dimulai, semoga aja lancar tanpa ada hambatan,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, di tahun ini, jumlah gedung kelas yang dibangun lebih banyak apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, ada sebanyak 10 sekolah terdiri dari lima SDN dan lima SMPN dengan total anggaran Rp3,5 miliar.
“Tahun ini bisa lebih banyak bisa kita lakukan rehabilitasi sekolah, karena semakin banyak sekolah yang kita perbaiki dapat mengurangi jumlah sekolah rusak di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











