SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU) tak terkecuali Muslimat NU dan badan otonom lainnya yang berada di bawah naungan NU untuk senantiasa menjaga kondusifitas dalam mensyiarkan ajaran NU yakni Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di Kabupaten Serang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Banten, Ratu Rachmatuzakiyah, pada saat rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU yang ke-80 di Kecamatan Petir.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi baik Muslimat NU maupun Banom-Banom NU lainnya yang terus menjaga kondisi kondusivitas dalam rangka mensyiarkan Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Serang,” ujarnya kepada wartawan pada Sabtu, 18 April 2026.
Zakiyah yakin, baik muslimat NU maupun Banom-Banom NU yang ada di Banten seluruhnya memiliki keinginan untuk berkhidmat, membesarkan, mensyiarkan dan menyebarkan tradisi-tradisi yang sudah ada di Ahlussunah wal Jamaah.
“Saya juga yakin baik Muslimat NU, Fatayat NU dan Banom NU yang lain ingin berkiprah membangun Kabupaten Serang yang kita cintai. jadi ayo terus bergerak melakukan yang terbaik bagi daerahnya masing-masing,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada perayaan Harlah Muslimat NU, mulai dari cek kesehatan gratis, pengobatan gratis bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Serang.
“Kemudian yang kedua kami juga memberikan makanan tambahan untuk anak yang terindikasi stunting tadi sudah diberikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ratu Zakiyah juga meninjau Panti Werdha lanjut usia, milik Dinas Sosial (Dinsos) Banten dalam rangka meningkatkan kepedulian kepada ibu-ibu lansia sekaligus memberikan bantuan makanan, kasur dan lain-lain.
“Selanjutnya kita berkunjung ke salah satu kader Muslimat NU yang telah berkiprah yang sekarang kondisinya sakit, kita menengok beliau di Kota Serang yang bekerja sama dengan Muslimat NU Kota Serang,” katanya.
Tak sampai di situ, Ratu Zakiyah beserta jajaran Muslimat NU Banten juga bekerja sama dengan PC Muslimat NU Pandeglang untuk melakukan ziarah ke salah satu penggagas Muslimat NU yakni Nyai Siti Sarah.
“Itulah rangkaian dalam rangka Harlah Muslimat NU, dan dalam rangka menuju Harlah pada 29 Maret namun kegiatan dilaksanakan pada 25 April di akan dihadiri Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi di Ponpes Bai Mahdi Soleh Mamun,” terangnya.
Pada momen rangkaian Harlah Muslimat NU, Ratu Zakiyah juga mengajak para Ahlussunah wal Jamaah agar terus melaksanakan tahlil, sholawatan, yasinan dan lain-lain yang biasa dilakukan dalam keseharian karena itu ciri khas Ahlussunnah wal Jamaah.
Pihaknya juga menyampaikan kepada para jamaah, pengurus Muslimat NU untuk melakukan program Muslimat NU yakni Program Darling atau Sadar Lingkungan untuk bisa berkontribusi dalam rangka pengelolaan sampah.
Editor: Abdul Rozak











