SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Serang kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat regional. Berdasarkan rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025, ibu kota Provinsi Banten itu berhasil menembus tiga besar terbaik se-Banten.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pembangunan daerah yang semakin kompetitif.
Dengan skor 4,08, Kota Serang mampu melampaui rata-rata Provinsi Banten maupun nasional.
Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan iklim usaha di Kota Serang menunjukkan tren positif, ditopang oleh kekuatan sektor ekonomi kerakyatan serta adaptasi teknologi.
Dalam data IDSD 2025, skor Kota Serang (4,08) berada di atas rata-rata Provinsi Banten (3,95) dan nasional (3,50).
Bahkan, capaian ini berhasil mengungguli Kabupaten Tangerang (3,99) dan Kabupaten Serang (3,88).
Kota Serang juga mampu bersaing ketat dengan Kota Tangerang Selatan (4,20) dan Kota Tangerang (4,13) yang berada di posisi teratas. Sementara Kota Cilegon, Lebak, dan Pandeglang masih berada di bawahnya.
Penilaian IDSD oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencakup 12 pilar, di antaranya institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, kesehatan, hingga keterampilan tenaga kerja.
Selain itu, terdapat pula indikator pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamika bisnis, dan kapabilitas inovasi yang menjadi ukuran daya saing suatu daerah.
Dari seluruh indikator tersebut, sektor ekonomi kerakyatan menjadi penopang utama Kota Serang. Hal ini terlihat dari tingginya skor pilar pasar produk yang mencapai 4,93.
Tak hanya itu, dinamika bisnis Kota Serang juga mencatat angka tertinggi di Provinsi Banten dengan skor 3,43. Kondisi ini menunjukkan aktivitas usaha yang tumbuh aktif dan berkelanjutan.
Peran UMKM dinilai sangat dominan dalam menggerakkan ekonomi daerah. Banyaknya usaha baru serta meningkatnya daya saing produk lokal menjadi faktor penting dalam capaian tersebut.
Selain itu, adopsi teknologi informasi dan komunikasi di Kota Serang juga tergolong tinggi dengan skor 4,82. Hal ini menandakan pelaku usaha mulai memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, berarti saya harus tingkatkan kinerjanya. Apapun hasil yang bagus tidak membuat saya puas, tapi harus terus bekerja agar manfaatnya dirasakan masyarakat. Sekarang trennya adalah kerja nyata,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Ia juga menegaskan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak berpuas diri dan terus meningkatkan kinerja.
“Bukan mempertahankan saja, tapi harus terus ditingkatkan. Kalau masyarakat merasakan dampaknya baik, berarti kinerjanya juga baik,” katanya.
Kepala DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menyebut capaian ini tidak lepas dari kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha mikro.
“Sebagai kota perdagangan dan jasa, kebijakan difokuskan pada kemudahan investasi dan dukungan kepada pengusaha mikro. Itu yang berdampak pada daya saing daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Asda II Pemkot Serang, Yudi Suryadi, mengatakan mayoritas pelaku usaha di Kota Serang merupakan UMKM yang turut menyumbang pendapatan daerah.
“Hampir di atas 80 persen pelaku usaha adalah UMKM, termasuk kuliner seperti rumah makan dan kafe. Ini juga menjadi penyumbang PAD,” katanya.
Ia optimistis, dengan pembinaan dan dukungan berkelanjutan, pelaku usaha di Kota Serang akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan daya saing daerah ke depan.
Editor: Agus Priwandono










