SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong peningkatan keselamatan tenaga kerja dengan terciptanya lingkungan kerja aman dan produktif.
Hal itu ditekankan oleh Gubernur Banten Andra Soni dalam ajang K3 Awards 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu 22 April 2026.
Ajang itu digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang berkomitmen menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Dalam momentum tersebut, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada sejumlah perusahaan, dan memberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja yang mengalami risiko kerja, termasuk dari sektor informal seperti nelayan.
Santunan pertama diberikan kepada ahli waris Almarhum Pandi, seorang nelayan asal Kota Cilegon. Keluarga menerima santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta.
Selanjutnya, santunan diserahkan kepada ahli waris Almarhum Muhammad Ridki Fadiyansyah, pekerja di PT Natura Boga Lestari. Total santunan yang diterima mencapai Rp230.667.213, yang terdiri dari:
JKK Meninggal: Rp228.400.000
JHT: Rp1.477.223
JP Lumpsum: Rp789.990
Santunan juga diberikan kepada ahli waris Almarhum Rahmat Kotadah dari PT Cometa Can dengan total Rp267.177.340, dengan rincian:
JKK Meninggal: Rp265.360.000
JHT: Rp1.190.710
JP Lumpsum: Rp626.630
Andra Soni menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan.
“Keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi prioritas utama serta komitmen bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Banten sebagai daerah tujuan investasi harus mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan perlindungan hak pekerja.
“Mari kita wujudkan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan berdaya saing sebagai fondasi keberlanjutan industri serta pendorong ekonomi daerah yang inklusif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Eko Yuyulianda, menyampaikan bahwa K3 Awards menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Menurutnya, perlindungan keselamatan kerja harus berjalan seiring dengan jaminan sosial bagi pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh pekerja di Banten terlindungi secara optimal dari berbagai risiko kerja,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran terhadap pentingnya K3 semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan di Provinsi Banten.
Editor: Bayu Mulyana











