CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Cilegon menjadi sorotan serius.
Dalam kurun waktu Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 37 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk 18 kasus pencabulan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan penanganan serta upaya pencegahan secara lebih optimal.
“Diseriusin dong. Kepala daerah harus serius. Artinya harus bisa mengevaluasi bagaimana kinerja OPD terkait,” ujarnya.
Politisi dari Fraksi Gerindra itu menilai, penanganan kasus kekerasan terhadap anak saat ini belum berjalan maksimal.
Hal itu terlihat dari masih tingginya angka kasus dalam waktu yang relatif singkat.
“Belum optimal. Kalau optimal, kasusnya bisa ditekan. Ini 18 kasus dalam 4 bulan, sangat memprihatinkan,” katanya.
Menurutnya, DPRD akan mengambil langkah lanjutan dengan memperkuat koordinasi serta mengkaji kemungkinan pembentukan maupun evaluasi regulasi yang ada.
“Kita akan komunikasi lebih intens. Nanti kita lihat apakah perlu review Perda atau membuat kebijakan baru,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan kekerasan terhadap anak merupakan isu serius yang membutuhkan kontrol lebih ketat dari semua pihak.
“Ini butuh kontrol yang lebih. Ini hal serius dan jadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Selain itu, Fauzi juga menekankan pentingnya langkah preventif yang lebih konkret guna menekan angka kasus di masa mendatang.
“Perlu tindakan preventif yang lebih aktual dan bisa mendorong kesadaran masyarakat,” imbuhnya.
Di sisi lain, penegakan hukum dinilai harus dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak.
“Perlu penegakan hukum atau Perda yang betul-betul tegas,” lanjutnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap korban, baik dari sisi konseling maupun pemulihan psikologis pascakejadian.
“Bagaimana konselingnya, bagaimana pendampingannya ke depan. Kalau sudah terjadi, recovery-nya harus jelas,” katanya.
Ia menambahkan, korban kekerasan seksual anak berpotensi mengalami trauma jangka panjang yang membutuhkan penanganan serius.
“Ada trauma tersendiri, apalagi jika dialami anak di bawah umur. Ini harus benar-benar jadi perhatian,” pungkasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











