SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kombes Pol Yudha Satria menghadiri dan mengikuti Prosesi Mumuluk Panto, yaitu kegiatan sarapan pagi bersama masyarakat Suku Baduy sebagai simbol kebersamaan dalam rangka Seba Baduy 2026 yang digelar di Gedung Negara Provinsi Banten, Minggu, 26 April 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta Seba Baduy 2026. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai tradisi.
Kombes Pol Yudha Satria mengatakan, Seba Baduy merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya masyarakat Baduy.
“Tradisi ini merupakan ritual penyerahan hasil bumi kepada pemerintah sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Prosesi ini dilaksanakan oleh masyarakat Baduy Luar yang dipimpin Jaro serta Baduy Dalam yang dipimpin Puun,” ujarnya.
Dalam suasana hangat, Prosesi Mumuluk Panto memperlihatkan kedekatan antara masyarakat Baduy dan Gubernur Banten yang oleh masyarakat Baduy disebut sebagai “Bapa Gede”. Momen ini menjadi simbol penghormatan dan harmonisasi antara pemerintah dan masyarakat adat.
Selama tiga hari pelaksanaan Seba Baduy, masyarakat Baduy berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Kota Serang untuk bertemu Gubernur Banten dan menyerahkan hasil bumi seperti pisang, gabah, singkong, madu, dan berbagai hasil alam lainnya.
“Prosesi Mumuluk Panto merupakan bentuk perhatian dan apresiasi Forkopimda Banten kepada masyarakat Baduy. Melalui sarapan bersama ini, diharapkan memberi semangat sebelum mereka kembali berjalan kaki ke Kabupaten Lebak,” jelasnya.
Kegiatan ini menegaskan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap kearifan lokal yang terus dijaga di Provinsi Banten.
Editor: Mastur Huda











