CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan pedagang di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, diduga menjadi korban penggelapan tabungan oleh lembaga simpan pinjam bernama Bank Sedanten. Kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Berdasarkan pendataan sementara, jumlah korban berkisar antara 15 hingga lebih dari 70 orang. Masing-masing korban mengalami kerugian mulai dari Rp15 juta hingga Rp80 juta.
Salah satu korban, Noval Hidayat, mengatakan awalnya para pedagang tertarik menabung karena adanya iming-iming kemudahan transaksi serta keuntungan yang ditawarkan oleh pihak lembaga.
“Awalnya kami menabung seperti biasa. Tapi saat ingin diambil, uang tidak bisa dicairkan. Ternyata uang sudah tidak ada, diduga disalahgunakan,” ujar Noval, Minggu, 26 April 2026.
Selain kehilangan tabungan, sejumlah korban juga mengaku telah menyerahkan sertifikat sebagai jaminan pinjaman. Namun hingga kini, dokumen tersebut belum dikembalikan.
Para korban sempat mendatangi kantor Bank Sedanten di sekitar Pasar Kranggot. Namun, kantor tersebut kini sudah tidak beroperasi.
Bahkan saat didatangi ke kediaman pemilik yang diketahui bernama Ahmad di wilayah Cibeber, yang bersangkutan tidak ditemukan dan diduga telah melarikan diri.
Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan lembaga simpan pinjam untuk permodalan.
Para korban berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut kasus tersebut serta membantu mengembalikan dana dan dokumen penting milik mereka.
Editor: Mastur Huda









