SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puskesmas Padarincang hingga saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab puluhan siswa dan guru SMAN 1 Padarincang yang mengalami mual dan muntah usai menyantap menu MBG.
Pasalnya, mereka harus terlebih dahulu melihat hasil uji laboratorium dari sampel makanan untuk memastikan penyebab terjadinya gejala masal tersebut.
Diketahui, pada Rabu 20 Mei 2026 lalu, ada sebanyak 71 orang yang mengalami gejala mual, muntah, sakit perut hingga diare. Ke-71 orang tersebut terdiri dari 59 siswa dan 12 guru SMA Negeri 1 Padarincang.
Mereka pun kemudian dilarikan ke Puskesmas Padarincang untuk mendapatkan perawatan medis. Bahkan ada sebanyak satu orang siswa yang harus dirujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Kepala Puskesmas Padarincang, Suhada Hamsanikeda, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah korban mengalami keracunan atau bukan karena masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan.
“Karena sebenarnya kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari sample makanan yang dikirim, jadi belum bisa dipastikan ini keracunan,” ujarnya, Minggu, 24 Mei malam.
Ia mengungkapkan, ada sebanyak 32 orang yang datang ke UGD Puskesmas Padarincang untuk mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut ada satu orang siswa yang harus dirujuk ke RS Bhayangkara. “Yang paling terakhir pulang dari puskesmas Sabtu siang kemarin,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, mayoritas pasien yang datang memiliki keluhan yang sama yakni mual, muntah, sakit perut hingga diare.
Sekretaris Kecamatan Padarincang, Daniel Suherland, mengungkapkan jika SPPG di Desa Citasuk tersebut bukan hanya mendistribusikan makanan ke SMAN 1 Padarincang, melainkan juga beberapa sekolah dan pesantren.
Berdasarkan data ada sebanyak 14 sekolah, lima pondok pesantren dan satu posyandu yang menjadi penerima.
“Anehnya memang hanya terjadi di satu sekolah saja, karena memang pengirimnya bukan hanya ke SMAN 1 Padarincang, tetapi juga ke sekolah lain dan ke pesantren. Kita bingkung karena di pesantren dan di SMP juga tidak,” ujarnya.
Ia mengatakan jika kasus tersebut hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan satgas MBG.
Editor: Agus Priwa











