CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang rencana penggabungan (merger) sejumlah anak perusahaan di lingkungan Krakatau Steel Group, Fattah Cendekia Institut mendorong pembenahan tata kelola perusahaan BUMN tersebut.
Direktur Fattah Cendekia Institut, Sayuti Zakaria, mengatakan, Danantara bersama jajaran direksi dan komisaris Krakatau Steel perlu melakukan evaluasi menyeluruh sistem penempatan direksi dan komisaris.
Menurutnya, proses transformasi perusahaan harus dibarengi dengan penataan SDM yang profesional, transparan, dan berbasis kompetensi agar mampu menjawab tantangan bisnis ke depan.
“Kami berharap Danantara bersama jajaran BoD dan BoC dapat melakukan seleksi yang lebih ketat dalam penempatan direksi dan komisaris di perusahaan anak, cucu, dan cicit Krakatau Steel Group,” kata Sayuti dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 Juni 2026.
Ia menilai momentum merger yang akan dilakukan Krakatau Steel Group harus dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh.
“Jangan sampai jabatan strategis justru diisi oleh pihak yang sudah memasuki masa pensiun dan dipertahankan bahkan diangkat menjadi direktur utama,” ujarnya.
Sayuti menjelaskan, langkah tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah perusahaan anak dan afiliasi Krakatau Steel Group dikabarkan akan menjalani proses penggabungan usaha.
Selain pembenahan tata kelola, Fattah Cendekia Institut juga mendorong adanya keberpihakan terhadap SDM lokal yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik.
Menurut Sayuti, Krakatau Steel merupakan bagian penting dari sejarah dan kebanggaan masyarakat Kota Cilegon sehingga masyarakat lokal yang memiliki kemampuan dan pengalaman layak memperoleh kesempatan yang proporsional untuk berkontribusi.
“Oleh karena itu, SDM lokal yang kompeten harus mendapatkan kesempatan yang proporsional untuk berkontribusi, baik yang berasal dari internal Krakatau Steel Group maupun tokoh-tokoh profesional asal Cilegon yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan SDM lokal yang berkualitas dapat memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus melahirkan kepemimpinan yang memahami karakteristik daerah.
Editor: Bayu Mulyana











