SERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Gubernur Banten Andra Soni menyebut perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir semakin besar. Berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah pusat dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat melepas kontingen KTNA Provinsi Banten menuju Pekan Nasional (Penas) XVII KTNA di Gorontalo, Senin, 15 Juni 2026. “Dunia pertanian kita mengalami sesuatu yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dua tahun terakhir, dunia pertanian kita mendapatkan perhatian yang sangat besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andra.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah diwujudkan melalui sejumlah program strategis. Misalnya, kebijakan harga gabah yang menguntungkan petani, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan sawah yang dilindungi (LSD), serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Menurut Andra, dampak positif dari berbagai kebijakan tersebut mulai terlihat dari meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) dan pertumbuhan sektor pertanian yang terus menunjukkan tren positif. “Alhamdulillah, NTP kita terus tumbuh. NTP Banten Mei 2026 sebesar 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan April 2026. Kemudian juga pertumbuhan sektor pertanian tumbuh positif,” katanya.
Di tingkat daerah, Pemprov Banten juga terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat desa. Selain itu, Pemprov juga tengah membangun jalan usaha tani guna mendukung aktivitas pertanian di berbagai wilayah.
“Harapan kita adalah petani Provinsi Banten bisa menjadi tulang punggung perekonomian. Saya yakin dan percaya pertanian akan maju bila terjamin ketersediaan air sepanjang musim dan didukung infrastruktur yang baik,” jelasnya.
Andra menambahkan, Provinsi Banten memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai daerah penyangga pangan nasional karena berbatasan langsung dengan kawasan aglomerasi Jakarta yang memiliki kebutuhan pangan sangat tinggi.
Dengan potensi tersebut, ia optimistis sektor pertanian akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Banten.
Editor : Rostinah











