PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang menyambut baik keberadaan Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang. Sekolah Rakyat memang dirancang khusus sebagai “tiket naik kelas” atau mobilitas sosial bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sekolah Rakyat ini merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui akses pendidikan formal yang gratis, berkualitas, dan berasrama.
Sekolah Rakyat menyelenggarakan pendidikan setara jenjang SD, SMP, dan SMA.
Ketua PGRI dan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto menyambut baik, keberadaan Sekolah Rakyat.
“Program unggulan Bapak Presiden Prabowo Subianto, dimana Sekolah Rakyat Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Saat ini progres pembangunannya sudah 67 persen,” katanya, Senin, 15 Juni 2026.
Sekolah Rakyat Cadasari akan mulai menerima murid baru itu pada bulan Juli. Sekitar 500 anak untuk jenjang SD, SMP dan SMA.
“Namun demikian penerimaan murid baru berbeda dengan Sekolah Umum, kalau Sekolah Umum ada pembukaan penerimaan murid baru. Nah kalau ini melalui penjangkauan atau istilahnya rujukan dari Keluarga Rumah Tangga Miskin yang masuk kategori desil 1 (miskin ekstrem) kemudian Desil 2 (miskin),” katanya.
Jadi, nanti para calon siswa dari rumah tangga miskin ini dirujuk oleh pendamping PKH, jadi diantarkan atau dijemput bola. Untuk kuotanya Kabupaten Pandeglang pada bulan Juli itu untuk 90 orang SD, 90 orang untuk SMP dan 90 orang untuk SMA.
“Sisanya dari 500 tadi ada dari kabupaten dan kota lain se Provinsi Banten. Dan Sekolah Rakyat ini saya kira bagian dari pembentukan karakter yang sangat baik, karena anak ini melalui pendidikan yang boarding anaknya menginap seperti pondok pesantren begitu,” katanya.
Sekolah boarding atau berasrama ini akan membentuk karakter jiwa kedisiplinan dan kepemimpinan melalui Sekolah Rakyat. Adapun peran Dinas Pendidikan dalam Sekolah Rakyat ini menyiapkan calon kepala sekolah.
“Kita diminta menyiapkan calon Kepala Sekolah, kedudukannya ada di Kabupaten Pandeglang. Calon Kepala Sekolahnya diusulkan untuk wilayah Kabupaten Pandeglang, dan ini suatu keuntungan bagi Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Sutoto menegaskan, kalau Dindik usulkan 10 nama namun nanti dari 10 nama kan Sekolah Rakyat ini tiga jenjang, satu Kepala SD, satu SMP dan satu Kepala SMA. Nah maka nanti dilakukan seleksi oleh Kementerian Sosial dan Kemendikdasmen.
“Dari 10 orang itu yang menjadi kepala sekolah tiga orang,” katanya.
Bangunan sekolah rakyat ini dibangun di atas lahan seluas 10 Hektar dilengkapi berbagai sarana yang memang dengan bangunan semegah ini namun bisa menampung dari anak-anak miskin.
“Dan rencananya akan diresmikan oleh Bapak Presiden Prabowo. Dari laporan diterima progresh pembangunan sudah 67 persen, bulan Juli ini sudah operasional, sudah siap digunakan,” katanya.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat ini, Suroto optimis, dapat menurunkan angka kemiskinan Kabupaten Pandeglang. Pada saat ini angka kemiskian 8,51 persen, kemiskinan ekstrim 0,5 persen maka diharapkan ini bisa turun drastis.
“Angka kemiskinan Pandeglang kita targetkan dengan adanya Sekolah Rakyat bisa turun satu digitlah dari 8 persen ke7 persen. Kemudian kemiskinan ekstrem paling bawah ini kan 0,5 persen harapannya bisa terkikis habis,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











