PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jembatan Cikurah yang menghubungkan antara Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung dengan Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang ambruk. Penyebab ambruknya jembatan karena pondasinya amblas akibat kegerus aliran kali Cikurah.
Berdasarkan informasi dari warga setempat, pasca jembatan ambruk, warga membuatkan jembatan darurat terbuat dari bambu dan kayu. Hanya bisa dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor. Sedangkan untuk kendaraan mobil sementara masih terputus.
Salah satu warga Desa Cihanjuang, Anton Fatoni mengatakan, ambruknya jembatan membuat aktivitas warga terganggu.
“Jembatan Cikurah ini merupakan jembatan penghubung dua kecaman. Antara Desa Cihanjuang, Kecamatan Cibaliung dengan Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik,” katanya, Kamis, 18 Juni 2026.
Saat ini, jembatan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan sepeda motor. Sedangkan untuk mobil belum bisa lewat.
“Pasca ambruk warga langsung membuat jembatan darurat dari bambu dan batang kayu kelapa. Agar bisa dilewati kendaraan dan pejalan kaki,” katanya.
Kalau pejalan kaki bisa melihat dengan lancar. Sementara yang naik kendaraan mesti ekstra hati-hati.
“Sebab jembatan darurat belum selesai sepenuhnya. Masih berupa balok, jadi licin,” katanya.
Anton berharap, perbaikan dapat secepatnya dilakukan oleh pihak pemerintah. “Agar akses warga kembali lancar dalam menjalankan aktivitasnya,” katanya.
Camat Cibaliung Ahmad Sihabudin mengatakan, ambruknya jembatan pada hari, Minggu, 14 Juni 2027 pukul 22.00 WIB. “Jenis konstruksi, jembatan beton. Dibangun pada tahun 2008,” katanya.
Status hakan Desa Cihanjuang-Sukajaya mengalami ambruk saat hujan deras mengguyur wilayah Kampung Cihanjuang, RT 001 RW 007, pilar bagian tengah jembatan tidak kuat menahan derasnya arus Sungai Cikurah yang sudah rapuh.
“Jembatan ambruk sepanjang empat (4) meter dan lebar 3 meter. Saat kejadian, tidak ada warga yang melintas,” katanya.
Dampak sosial sejumlah KK terisolir tidak bisa ke pasar, puskesmas dan sekolah. Jalur alternatif satu-satunya penghubung Cihanjuang-Sukajaya lewat Desa Nanggala, Kecamatan Cikeusik.
“Penyebab ambruk jembatan dugaan sementara akibat gerusan air sungai pasca hujan deras. Dan usia jembatan sudah tua,” katanya.
Camat mengungkapkan, dari pihak Desa Cihanjuang sudah berkirim surat permohonan segera dibangunkan jembatan darurat berupa jembatan bailey.
“Menyampaikan permohonan asesment teknis dari Dinas PUPR untuk turun ke lokasi dan mohon bantuan logistik warga terisolir dan pembangunan jembatan permanen,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











