CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Keluhan warga terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas tambang di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, ditindaklanjuti.
Menyusul laporan masyarakat, pihak kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon telah mengadukan persoalan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon.
Lurah Pabean Ahmad Buhari mengatakan, laporan mengenai debu yang masuk ke lingkungan permukiman warga sebelumnya disampaikan melalui forum RT dan RW.
“Sebelumnya kami mendapat laporan dari warga melalui forum RT dan RW. Kemudian kami tindak lanjuti dengan mengadukan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon,” katanya Minggu 21 Juni 2026.
Menurut Ahmad Buhari, lokasi aktivitas galian yang diduga menjadi sumber debu berada di wilayah perbatasan antara Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
Karena berada di lintas kabupaten/kota, penanganan persoalan tersebut kini diteruskan ke tingkat provinsi.
“Karena keberadaan galian berada di lintas kota dan kabupaten, maka DLH Kota Cilegon menindaklanjuti aduan itu ke DLH Provinsi Banten. Saat ini kami masih menunggu kabar dan tindak lanjut dari provinsi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, warga mengeluhkan debu yang menempel pada kendaraan, lantai rumah hingga pepohonan di sekitar permukiman.
Meski demikian, hingga saat ini pihak kelurahan belum menerima laporan terkait dampak kesehatan yang dialami warga.
“Kebanyakan laporan yang masuk terkait debu yang menempel di kendaraan, pohon dan lantai rumah. Untuk laporan kesehatan secara langsung belum ada yang masuk ke kami,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap meminta agar persoalan tersebut segera ditangani karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Ahmad Buhari mengungkapkan, pihak perusahaan yang diduga terkait dengan aktivitas tambang tersebut juga telah bersilaturahmi ke Kantor Kelurahan Pabean.
Dalam pertemuan itu, perusahaan menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan perwakilan warga maupun lingkungan terdampak.
“Mereka sudah datang ke kelurahan dan siap beraudiensi dengan perwakilan lingkungan. Saya menekankan agar persoalan debu ini segera dicarikan solusi sehingga tidak mengganggu warga, terlebih jika berpotensi berdampak pada kesehatan,” tuturnya.
Menurutnya, debu diduga berasal dari aktivitas bongkar muat material batu serta lalu lalang kendaraan angkutan yang melintas di area tambang.
Editor: Bayu Mulyana











