CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 mulai berlangsung di SD Negeri Delingseng, Kota Cilegon, Senin 22 Juni 2026.
Pada tahun ini, sekolah tersebut menyiapkan kuota sebanyak 56 siswa baru yang disesuaikan dengan ketersediaan rombongan belajar (rombel).
Sejak pagi hari, sejumlah orang tua bersama anaknya terlihat mendatangi SDN Delingseng untuk melakukan verifikasi berkas setelah sebelumnya melakukan pendaftaran secara online melalui sistem SPMB.
Kepala SDN Delingseng Kota Cilegon, Lutfiah mengatakan, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring, sementara tahapan yang berlangsung di sekolah saat ini adalah verifikasi berkas.
“Pendaftaran semuanya sudah melalui online, sekarang ini verifikasi sambil melihat kuota juga,” katanya.
Lutfiah menjelaskan, kuota penerimaan siswa baru di SDN Delingseng tahun ini sebanyak 56 siswa. Jumlah tersebut ditetapkan karena keterbatasan rombongan belajar yang dimiliki sekolah.
“Kuotanya 56 siswa. Karena rombelnya terbatas, jadi kuotanya juga terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, informasi terkait pelaksanaan SPMB telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti website sekolah dan pamflet.
“Untuk kegiatan ini kami sosialisasikan melalui website dan pamflet supaya masyarakat mengetahui,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke SDN Delingseng cukup tinggi.
Bahkan hingga sekitar pukul 07.00 WIB, jumlah pendaftar yang telah melakukan proses pendaftaran mencapai sekitar 40 orang.
“Tadi pagi sekitar jam tujuh lewat sudah sekitar 40 pendaftar. Kalau sekarang mungkin sudah lebih,” tuturnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap akan menyesuaikan penerimaan dengan kuota yang tersedia.
Apabila kuota telah terpenuhi, calon peserta didik akan diarahkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
“Kalau kuota sudah terpenuhi, bukan ditutup, tapi diarahkan ke SD lain,” jelasnya.
Lutfiah menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada pelaksanaan penerimaan murid baru tahun sebelumnya.
Saat itu jumlah pendaftar mencapai sekitar 80 orang, sementara yang dapat diterima hanya sebanyak 56 siswa.
“Tahun kemarin pendaftarnya sekitar 80 orang, tetapi yang diterima 56 siswa sehingga sisanya diarahkan ke sekolah lain,” katanya.
Terkait pelaksanaan SPMB, pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk pungutan liar. Seluruh proses penerimaan murid baru dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya.
“Insyaallah untuk SPMB tidak ada biaya sama sekali. Pendaftaran online ini semuanya gratis,” tegasnya.
Editor: Bayu Mulyana










