KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mencatat nol kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak 2024.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pengendalian DBD dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Jumantik, hingga masyarakat dalam menjalankan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J), yang telah dilakukan secara sistematis sejak bertahun-tahun lalu.
Menurutnya, gerakan tersebut bahkan berawal dari inisiatif masyarakat di Kecamatan Pamulang yang membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) pada 2019.
“Ini adalah akumulasi dari seluruh kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, lurah, RW, dan RT. Alhamdulillah hasilnya angka keterjangkitan DBD di Tangerang Selatan terus cenderung menurun. Memang tidak bisa kita nolkan kasusnya, tetapi yang bisa kita nolkan adalah tingkat kematian akibat DBD,” ujar Benyamin saat menghadiri Gebyar Jumantik dalam rangka ASEAN Dengue Day 2026, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sejak 2024 hingga saat ini tidak ada lagi kasus kematian akibat DBD di Tangsel.
Capaian tersebut diperoleh melalui berbagai intervensi, mulai dari pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemantauan jentik secara rutin, hingga edukasi masyarakat.
Benyamin berharap Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik menjadi kebiasaan masyarakat dalam memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, seperti bak mandi, penampungan air dispenser, hingga genangan air di sekitar rumah.
“Ini harus menjadi gerakan bersama. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar penyebaran DBD bisa terus ditekan,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Tangsel juga menjalankan program sertifikasi RW Bebas Jentik. Penilaian dilakukan melalui silent survey atau pemeriksaan mendadak tanpa pemberitahuan kepada wilayah yang disertifikasi.
“RW yang sudah mendapat sertifikat tetap kami evaluasi. Ini menjadi motivasi bagi camat, lurah, RT dan RW untuk terus menjaga lingkungan tetap bebas jentik,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjo melaporkan, kegiatan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik tahun ini diikuti sekitar 230 peserta.
Program tersebut merupakan rangkaian peringatan Asia Dengue Day dengan mengusung tema Basmi Dengue dengan 3M Plus dan Nol Kematian Akibat Dengue.
Bambang menyebutkan, tren kasus DBD di Tangsel terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 754 kasus, turun menjadi 648 kasus pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 tercatat 229 kasus.
Menurutnya, pengendalian DBD dilakukan melalui pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan, dilanjutkan evaluasi serta sertifikasi RW Bebas Jentik yang telah memiliki peta jalan hingga 2030.
Berdasarkan capaian sertifikasi RW Bebas Jentik, Kecamatan Pamulang menjadi wilayah pertama yang mencapai 100 persen.
Sementara kecamatan lainnya masih terus didorong untuk meningkatkan cakupan, yakni Serpong Utara 64,58 persen, Pondok Aren 54,38 persen, Ciputat 50,48 persen, Ciputat Timur 44,74 persen, Setu 44,44 persen, dan Serpong 33,88 persen.
Pemkot Tangsel optimistis, dengan keterlibatan aktif masyarakat dan penguatan pengawasan di seluruh wilayah, angka kasus DBD akan terus menurun sekaligus mempertahankan capaian nol kematian akibat penyakit tersebut.
Editor: Bayu Mulyana











