SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang berencana mengajukan kenaikan insentif bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 2027.
Besaran insentif guru PAUD yang saat ini sebesar Rp150 ribu dinilai masih sangat kecil. Karena itu, Dindikbud akan mengusulkan kenaikan sebesar Rp50 ribu sehingga menjadi Rp200 ribu per orang.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengatakan pendapatan guru PAUD memang masih sangat rendah. Sebab, sebagian besar penghasilan mereka hanya mengandalkan iuran dari orang tua siswa.
“Per harinya ada yang membayar Rp2.000, ada juga yang membayar Rp15 ribu per bulan,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
“Kalau gurunya lima, muridnya cuma 30, berapa yang didapat. Sekarang ini paling gajinya Rp250 ribu sampai Rp300 ribu per bulan,” lanjutnya.
Aber mengungkapkan, sejak 2017 insentif guru PAUD belum pernah mengalami kenaikan. Insentif yang bersumber dari APBD masih sebesar Rp150 ribu per orang dan belum seluruh guru PAUD menerimanya.
“Dari total sekitar 5.000 orang, baru 3.800 yang dapat insentif. Jadi memang kalau kita bicara soal gaji, guru yang paling ikhlas itu adalah guru PAUD. Tidak ada gajinya yang di atas Rp500 ribu, kecuali mungkin TK Pembina yang ada di perkotaan. Tapi kalau PAUD yang di kampung-kampung hanya mengandalkan bantuan dari orang tua siswa,” tuturnya.
Karena itu, pihaknya akan mengusulkan kenaikan insentif sebesar Rp50 ribu pada 2027. Jika disetujui, insentif guru PAUD akan naik dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu.
“Kami sudah merancang itu dan akan diajukan ke TAPD. Mudah-mudahan dikabulkan, syukur-syukur kalau bisa lebih. Tapi kembali lagi tergantung pada kemampuan fiskal daerah, apakah anggarannya tersedia atau tidak,” ucapnya.
Aber mengaku, meskipun pendapatan guru PAUD relatif kecil, minat masyarakat untuk menjadi guru PAUD tetap tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah guru PAUD di Kabupaten Serang yang mencapai hampir 5.000 orang.
“Itu menunjukkan memang minat untuk jadi guru PAUD banyak dan banyak yang kuliah juga di program sarjana PAUD,” katanya.
Aber menambahkan, saat ini terdapat 1.118 lembaga PAUD di Kabupaten Serang. Mayoritas merupakan lembaga swasta, sedangkan PAUD negeri hanya ada dua, yakni di Kecamatan Kramatwatu dan Padarincang.
Ia juga melihat minat masyarakat untuk menyekolahkan anak ke PAUD terus meningkat. Rata-rata setiap lembaga PAUD di Kabupaten Serang memiliki lebih dari 10 peserta didik.
“Sekarang di setiap desa sudah ada minimal satu PAUD. Jadi mudah-mudahan ke depan semakin meningkat keinginan masyarakat menyekolahkan anaknya di PAUD,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











