CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – KRAKATAU POSCO melalui Krakatau Posco Service Indonesia (KPSE-SI) berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Krakatau Steel (YPKS) untuk memastikan lulusan sekolah yang kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Upaya itu dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang pendidikan, pelatihan vokasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan oleh Direktur HRGA KRAKATAU POSCO, Iip Arief Budiman, bersama jajaran manajemen KRAKATAU POSCO, mitra strategis, serta perwakilan pemerintah daerah.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) KRAKATAU POSCO yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan melalui investasi sumber daya manusia.
Direktur KPSE-SI, Edwin Sumiroza, menjelaskan, momentum ini juga menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia industri, institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan pemerintah guna menciptakan ekosistem pengembangan SDM yang selaras dengan kebutuhan industri masa kini dan masa depan.
“Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia industry,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa 30 Juni 2026.
Melalui kolaborasi dengan YPKS yang menaungi SMK YPKS serta berbagai institusi pendidikan lainnya, KRAKATAU POSCO dan KPSE-SI berupaya memastikan bahwa proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri di Kota Cilegon.
KPSE-SI menyediakan program beasiswa penuh bagi pelajar dari tiga kelurahan Ring 1 perusahaan, yaitu Samangraya, Kubangsari, dan Tegal Ratu.
Program ini tidak hanya membantu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri melalui program pemagangan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Selain sektor pendidikan formal, kerja sama ini juga diperluas melalui pengembangan program pelatihan vokasi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Banten serta Dianpro Consulting.
Berbagai pelatihan diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pemuda lokal, mulai dari pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum, Preventive Maintenance, hingga pengoperasian alat berat. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin dinamis sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat lokal di pasar kerja.
Editor: Bayu Mulyana











