SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan status ini didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap data visual maupun kegempaan yang terus meningkat sejak awal Juni 2026.
Instrumen pemantauan mencatat adanya peningkatan frekuensi gempa vulkanik, gempa hembusan, serta tremor menerus yang mengindikasikan meningkatnya aktivitas magma di dalam tubuh gunung api.
Menyusul perubahan status tersebut, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Kawasan tersebut dinilai berpotensi terdampak lontaran material pijar, hujan abu vulkanik, hingga paparan gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api. Seluruh pihak diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.
PVMBG menjelaskan, pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan selama 24 jam melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) dengan dukungan jaringan peralatan seismik serta pengamatan visual. Setiap perubahan aktivitas gunung akan terus dievaluasi sebagai dasar penentuan langkah mitigasi berikutnya.
Selain Gunung Anak Krakatau, sejumlah gunung api lain di Indonesia juga berstatus Siaga (Level III), di antaranya Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Marapi di Sumatera Barat. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya aktivitas vulkanik di Indonesia yang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.*
Editor : Krisna Widi Aria











