KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyediakan layanan ambulans gratis 119 untuk membantu penanganan kondisi kegawatdaruratan medis.
Layanan tersebut dapat diakses dengan menghubungi nomor 119 atau melalui Call Center 112 yang telah terintegrasi dengan layanan kedaruratan di Kota Tangerang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan masyarakat perlu memahami prosedur penggunaan layanan ambulans agar pertolongan medis dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
“Layanan ambulans gratis ini diprioritaskan untuk kondisi kegawatdaruratan, seperti kecelakaan, pasien tidak sadarkan diri, sesak napas, maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan segera. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan ini sesuai peruntukannya,” ujar dr. Dini, Jumat 3 Juli 2026.
Menurut Dini, saat ini Pemkot Tangerang memiliki 16 unit ambulans yang terdiri atas 11 ambulans gratis dan lima ambulans Smart 119. Dari jumlah tersebut, empat unit telah dilengkapi ventilator mobile atau mini ICU untuk mendukung penanganan pasien dalam kondisi kritis.
Ia menjelaskan, pemahaman masyarakat mengenai tata cara mengakses layanan ambulans juga menjadi faktor penting agar petugas dapat memberikan respons lebih cepat.
“Ketika menghubungi layanan 119 atau 112, masyarakat diharapkan memberikan informasi secara jelas, mulai dari identitas pelapor, nomor yang dapat dihubungi, lokasi pasien, hingga kondisi pasien yang sedang dialami. Informasi yang lengkap akan mempercepat proses penanganan,” katanya.
Untuk mendapatkan layanan ambulans gratis, masyarakat cukup menghubungi nomor 119 atau 112, kemudian menyampaikan nama pelapor, nomor kontak yang aktif, alamat atau lokasi pasien secara rinci, serta menjelaskan kondisi darurat yang terjadi.
Selanjutnya, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas hingga ambulans tiba di lokasi.
“Harapannya, layanan ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga pasien yang membutuhkan pertolongan darurat bisa segera mendapatkan penanganan medis dan risiko yang lebih besar dapat dicegah,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











