CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan PT Indonesia Power Banten 1 Suralaya. Dana CSR itu untuk mendukung pembangunan di Kota Cilegon.
Kerja sama yang diteken di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin, 13 Juli 2026, itu mencakup pengembangan hutan kota, pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), serta pembangunan sumur resapan biopori.
Senior Manager IP Banten 1 Suralaya, I Nyoman Buda mengatakan, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari Program CSR yang selama ini telah berjalan dan akan terus ditingkatkan.
“Konsep kerja sama ini adalah program Corporate Social Responsibility yang sudah berjalan selama ini terus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam kerja sama tersebut.
Pertama, program konservasi hutan kota.
Kedua, pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA) untuk mendukung stabilisasi lahan.
Ketiga, pembangunan sumur resapan biopori guna meningkatkan daya serap air ke dalam tanah.
“Ketiga adalah dalam rangka pembuatan sumur resapan biopori. Dengan memperbanyak lubang biopori harapan kami dapat meningkatkan resapan air tanah,” ujarnya.
Menurut Nyoman, pengembangan biopori diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi potensi banjir di Kota Cilegon.
“Mudah-mudahan bisa dimasifkan dan bisa mengurangi banjir,” ucapnya.
Ia menambahkan, nota kesepahaman tersebut berlaku selama satu tahun dan akan diperbarui setelah masa berlakunya berakhir.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Cilegon menjadi pihak yang mengusulkan program prioritas untuk kemudian disinergikan dengan dukungan CSR dari perusahaan.
“Pemkot Cilegon sebagai pemrakarsa. Nanti apa yang menjadi program prioritas kita sinergikan, apa yang bisa kita bantu,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, penandatanganan MoU tersebut merupakan perpanjangan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan PT Indonesia Power Banten 1 Suralaya.
“Ini perpanjangan karena dari Unit 8 sendiri punya Program CSR dan kita juga ada kebutuhan terkait pemanfaatan FABA untuk kegiatan,” katanya.
Menurut Robinsar, selain pemanfaatan FABA, PT Indonesia Power Banten 1 Suralaya juga menunjukkan komitmen mendukung program lingkungan melalui pengembangan biopori dan hutan kota.
“Untuk biopori dan hutan kota ini sudah menjadi niat baik dari Unit 8. Tadi juga disampaikan masih ada potensi-potensi kerja sama lain yang bisa dikomunikasikan,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan industri di Kota Cilegon dapat terus diperluas agar semakin banyak kebutuhan masyarakat yang dapat difasilitasi melalui program CSR.
“Tinggal dikomunikasikan apa yang menjadi kebutuhan. Tidak hanya Unit 8, tetapi juga industri di Kota Cilegon terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











