CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon membuka peluang kolaborasi dengan kalangan industri untuk mempercepat pembangunan jaringan pipanisasi PDAM menuju Kecamatan Pulomerak, khususnya wilayah Suralaya.
Langkah tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis air bersih yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pembangunan jaringan pipa dari jalur utama hingga permukiman warga di kawasan perbukitan.
Hal itu disampaikan Robinsar usai penandatanganan nota kesepahaman Program CSR dengan PT Indonesia Power Banten 1 Suralaya di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin, 13 Juli 2026.
“Kita sedang fokus tahun ini untuk pipanisasi dari pinggir jalan sampai atas gunung. Memang masih ada keterbatasan sampai Suralaya,” kata Robinsar.
Menurut Robinsar, kebutuhan air bersih menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Bahkan, belum lama ini Pemkot Cilegon kembali mengirimkan bantuan 10 tangki air bersih ke wilayah terdampak karena mulai memasuki musim kemarau.
“Itu program prioritas terkait kebutuhan air. Kemarin juga saya baru kirim 10 unit air karena sudah mulai masuk kemarau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya penyediaan air melalui pengeboran sumur dinilai belum efektif karena kondisi geografis Suralaya yang didominasi batuan.
“Di sana saya sudah bor beberapa titik. Kalau tidak ketemu batu baru keluar air, paling seminggu sudah habis. Jadi tidak efektif kalau pengeboran,” ucapnya.
Karena itu, Pemkot Cilegon memilih mendorong pembangunan jaringan pipanisasi dari sistem distribusi PDAM menuju Suralaya.
“Efektifnya kita tarik pipa dari sini sampai Suralaya. Dari PDAM sudah masuk, bulan depan jaringan ke masyarakat mulai masuk. Tinggal pipa induk sampai Suralaya,” jelasnya.
Sementara itu, Senior Manager IP Banten 1 Suralaya I Nyoman Buda mengatakan pihaknya akan mempelajari usulan dukungan terhadap pembangunan jaringan pipanisasi tersebut.
“Untuk program pipanisasi jalur PDAM di daerah Merak ke Salira, kami akan berkoordinasi lebih lanjut,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











