SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 14 keluarga di Kabupaten Pandeglang hingga kini masih menunggu realisasi bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Padahal, usulan bedah rumah yang mereka ajukan telah ditindaklanjuti pemerintah sejak akhir 2025.
Perwakilan warga, Ridwan, mengatakan permohonan bantuan bedah rumah diajukan langsung kepada Presiden RI pada 17 November 2025. Tiga hari kemudian, Kementerian Sekretariat Negara menerbitkan surat resmi kepada Bupati Pandeglang agar permohonan tersebut segera ditindaklanjuti.
Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang meneruskan usulan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Dinas Perumahan Kabupaten Pandeglang juga telah melakukan survei lapangan serta pendataan calon penerima bantuan.
Ridwan mengungkapkan, saat proses verifikasi berlangsung, warga sempat mendapat informasi bahwa anggaran bantuan akan segera dicairkan.
“Saat itu dijanjikan paling cepat akhir Januari dan paling lambat 1 Februari 2026 anggarannya sudah turun. Informasinya, alokasi bantuan sebesar Rp75 juta untuk masing-masing dari 14 rumah,” ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Namun hingga pertengahan 2026, bantuan tersebut belum juga direalisasikan.
Padahal, menurut Ridwan, seluruh persyaratan administrasi telah dinyatakan lengkap, mulai dari surat tindak lanjut pemerintah pusat hingga dokumen yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten.
Karena tak kunjung memperoleh kepastian, Ridwan mengaku telah beberapa kali mendatangi Dinas Perumahan Kabupaten Pandeglang maupun DPRKP Provinsi Banten. Bahkan, ia sempat mengajak 14 perwakilan warga untuk meminta penjelasan secara langsung.
“Kami sempat dipingpong. Awalnya dibilang berkasnya tidak ada. Setelah kami menunggu hampir tiga jam, ternyata berkas itu ada di staf kabid,” katanya.
Ridwan mengatakan, kondisi rumah para calon penerima bantuan kini semakin memprihatinkan. Rumah-rumah yang berada di Kecamatan Pulosari, Jiput, Menes, dan Cikedal sebagian besar mengalami kerusakan berat, bahkan beberapa di antaranya telah roboh.
Ia mengaku kerap didatangi warga yang berharap mendapat kepastian kapan bantuan bedah rumah akan direalisasikan.
“Rumahnya sudah rubuh. Warga datang sambil menangis meminta kepastian, tetapi saya juga tidak bisa memberikan jawaban karena sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











