CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 2.445 warga. Bansos Tahun Anggaran 2026 itu disalurkan kepada
penerima yang terdiri dari, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga warga yang menerima santunan kematian.
Penyerahan bansos dilakukan di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin, 7 September 2026.
Berdasarkan data Pemkot Cilegon, sebanyak 1.977 lansia menerima bansos sebesar Rp 1 juta per orang.
Kemudian, bantuan diberikan kepada 156 penyandang disabilitas dengan nilai Rp 1 juta per penerima.
Sementara itu, 312 warga menerima santunan kematian masing-masing mendapatkan Rp 2 juta.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bisa membantu, tapi tolong dipergunakan sebaik dan seefektif mungkin untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Robinsar dalam sambutannya.
Robinsar mengatakan, jumlah penerima bansos tersebut harus terus dievaluasi. Ia meminta dinas terkait melakukan verifikasi ulang, terutama terhadap data 1.977 penerima lansia.
Menurutnya, verifikasi diperlukan untuk memastikan warga yang sebenarnya memenuhi kriteria tetapi belum mendapatkan bantuan dapat masuk dalam program.
“Tolong data yang 1.977 ini diverifikasi ulang. Kalau memang masih ada masyarakat yang belum mendapatkan haknya, secara kriteria masuk tapi belum mendapatkan haknya, tolong didata ulang supaya dimasukkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat yang memenuhi persyaratan harus mendapatkan haknya. Karena itu, pendataan tidak boleh hanya mengandalkan data yang sudah ada tanpa melihat kondisi masyarakat di lapangan.
“Kalau bicara yang dari masyarakat untuk masyarakat, selagi secara syarat memenuhi, insyaallah harus mendapatkan haknya,” tegas Robinsar.
Robinsar mengaku, masih menemukan warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum tercatat sebagai penerima.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah agar bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Banyak saya temukan di masyarakat yang merasa tidak mampu, butuh dibantu, tapi tidak masuk data. Tolong ditambah lagi, diverifikasi ulang,” katanya.
Menurut Robinsar, Pemkot Cilegon tidak menutup kemungkinan menambah anggaran apabila hasil pendataan menunjukkan adanya masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan.
“Kalau bicara anggaran, selagi itu haknya, insya Allah anggaran ditambah. Tapi tanda kutip, selagi semuanya sesuai syarat berlaku, karena ini ada pertanggungjawabannya,” ujarnya.
Robinsar menjelaskan, bansos merupakan bentuk kepedulian Pemkot Cilegon untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan.
Meski bantuan yang diberikan tidak dapat menutupi seluruh kebutuhan, pemerintah ingin memastikan kehadirannya dirasakan masyarakat.
“Walaupun tidak bisa secara utuh, tapi ini bentuk kepedulian, bentuk pemerintahan hadir untuk masyarakat Cilegon,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma mengatakan, sasaran penerima bansos tahun ini merupakan program hibah bansos yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya.
“Bansos hari ini sudah dipertegas bahwa sasaran kami kaitan dengan hibah bansos yang sudah direncanakan tahun sebelumnya,” kata Lia usai kegiatan.
Untuk bantuan bagi penyandang disabilitas dan lansia, kata Lia, diserahkan secara simbolis.
Penyaluran kepada seluruh penerima akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
“Untuk bantuan sosial disabilitas dan lansia hari ini secara simbolis, nanti kami lanjut besok untuk penyaluran menyeluruh,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono












