SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Hal ini menindaklanjuti surat edaran yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Wakil Kepala SMPN 1 Tanara Bidang Kesiswaan, Haerudin, mengatakan bahwa pihaknya menerima surat edaran terkait kebijakan pembelajaran PJJ pada Senin, 7 September 2026 sekira pukul 02.00 WIB. Sehingga, pagi tadi, masih ada siswa yang belum terinformasikan. Ada siswa yang masih datang ke sekolah.
“Pagi masih ada anak yang datang, karena malamnya kita masih belum jelas apakah menerapkan PJJ atau tidak. Ternyata ada susulan terbaru, bahwa siswa SMP Negeri 1 Tanara juga diarahkan untuk belajar di rumah,” katanya.
Ia mengatakan, pada surat edaran yang sebelumnya diterima, hanya ada sekitar tujuh kecamatan yang menerapkan PJJ. SMPN 1 Tanara tidak termasuk.
“Makanya pagi wali kelas baru mengumumkan ke wali murid. Ini untuk mengantisipasi persoalan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.
Dalam sistem tersebut, guru setiap mata pelajaran akan mengirimkan tugas kepada siswa untuk dikerjakan selama pemberlakuan PJJ.
“Jadi masing-masing guru mata pelajaran akan memberikan tugas mandiri kepada siswa. Jadi anak belajar di rumah untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan,” tegasnya.
Dalam penerapan sistem PJJ, orangtua siswa diminta untuk mendampingi anak-anaknya selama proses pembelajaran berlangsung agar siswa bisa mengerti dengan pembelajaran yang diberikan.
“Kepada seluruh orangtua siswa harap memantau dan membimbing anak-anaknya saat pemberlakuan pelajaran jarak jauh,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, ada total sekitar 324 siswa yang terbagi pada 12 rombongan belajar.
Editor: Agus Priwandono












