SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten melakukan monitoring kondisi pariwisata pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Selasa 29 September 2026.
Monitoring dilakukan dengan mengajak sejumlah penggiat media sosial dan awak media dalam kegiatan trip ke sejumlah destinasi wisata di Banten. Kegiatan tersebut menyasar destinasi di kawasan pesisir, mulai dari Kabupaten Serang hingga Kabupaten Pandeglang.
Sejumlah destinasi yang dikunjungi di antaranya Hotel Mambruk dan Aston Anyer di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, hingga kawasan wisata Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang.
Rangkaian monitoring juga dilakukan dengan mengunjungi posko pemantauan Gunung Anak Krakatau untuk melihat secara langsung kondisi terkini aktivitas gunung api tersebut.
Kepala Dispar Banten Eli Susiyanti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memulihkan sektor pariwisata Banten setelah sempat terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut Eli, pemerintah ingin memastikan kondisi destinasi wisata di Banten sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat bahwa sejumlah kawasan wisata tetap aman untuk dikunjungi dengan tetap memperhatikan ketentuan keselamatan.
“Trip ini bagian dari upaya kami untuk memulihkan pariwisata Banten setelah adanya dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Eli.
Ia mengatakan, penurunan status Gunung Anak Krakatau dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada menjadi salah satu perkembangan positif bagi sektor pariwisata.
Dengan status tersebut, aktivitas pariwisata di sejumlah kawasan Banten dapat kembali bergerak dengan tetap memperhatikan rekomendasi dan rambu keselamatan dari pihak berwenang.
“Banten aman untuk dikunjungi wisatawan, terlebih saat ini status Gunung Anak Krakatau sudah turun dari Siaga menjadi Waspada,” ujarnya.
Eli menilai, keterlibatan penggiat media sosial dalam trip tersebut juga penting untuk menyampaikan kondisi destinasi wisata Banten secara langsung kepada masyarakat.
Informasi mengenai kondisi destinasi diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran wisatawan sekaligus mendorong kembali kunjungan ke berbagai destinasi wisata di Banten.
“Melalui teman-teman media sosial, kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai kondisi pariwisata Banten. Destinasi kita tetap berjalan dan siap menerima wisatawan,” katanya.
Meski demikian, Dispar Banten tetap mengingatkan wisatawan dan pengelola destinasi agar tidak mengabaikan aspek keselamatan. Aktivitas wisata di kawasan yang terdampak atau berada dalam radius tertentu tetap harus mengikuti arahan dan ketentuan dari instansi terkait.
Dispar Banten berharap kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonomi pariwisata, termasuk hotel, restoran, pelaku UMKM, pengelola destinasi hingga sektor ekonomi kreatif yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Editor: Abdul Rozak












