RADARBANTEN.CO.ID — Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten bersama Kremov Pictures resmi menggelar Gala Premiere film sejarah Daan Mogot: Tragedi Senja di Lengkong, di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Sabtu 3 Oktober 2026.
Film fiksi sejarah ini menceritakan kisah perjuangan Mayor Muda Elias Daniel Mogot, bersama para taruna Akademi Militer Tangerang saat menjalankan misi pelucutan senjata tentara Jepang di Lengkong pada 25 Januari 1946.
Upaya diplomasi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi pertempuran berdarah akibat kesalahpahaman, hingga gugurnya Daan Mogot bersama puluhan taruna muda.
Sutradara film Daan Mogot, Darwin Mahesa, menjelaskan, acara pemutaran perdana ini dibuat sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh talent, kru, dan pihak pendukung yang sudah bekerja keras menyelesaikan film.
Ia merasa bangga karena antusiasme masyarakat Banten sangat tinggi. Menurutnya, film ini dibuat bukan hanya untuk mengenang perjuangan Pahlawan Daan Mogot dan peristiwa Palagan Lengkong, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran visual yang menarik bagi para siswa di sekolah.
”Gala Premiere ini juga bentuk apresiasi kami kepada para pendukung, talent, dan seluruh tim kru yang telah berjuang menyelesaikan produksi film ini. Kami berharap karya ini tidak hanya menjadi sarana mengenang Pahlawan Daan Mogot dan Palagan Lengkong, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan sebagai media pembelajaran visual di sekolah-sekolah,” ujar Darwin.
Sementara itu, Kepala BPK Banten Swedhi Hananta, S.S., M.A. menyampaikan, menggarap film sejarah pahlawan bukanlah hal yang mudah karena memiliki risiko tinggi agar ceritanya tidak keluar dari fakta sejarah.

Ia menyebut, proyek ini merupakan bagian dari komitmen BPK Banten untuk merangkul anak-anak muda yang punya bakat di bidang perfilman.
Meskipun dikerjakan dengan anggaran yang terbatas dan lewat riset yang panjang, ia sangat mengapresiasi keuletan tim dalam merawat ingatan sejarah lewat karya sinema.
”Membuat film sejarah pahlawan tentu cukup berat dan penuh risiko agar tidak melenceng dari data sejarah. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen BPK Banten dalam merangkul generasi muda yang memiliki bakat di bidang film. Melalui proses riset panjang dan keterbatasan anggaran, Mas Darwin beserta tim berhasil merawat memori kolektif perjuangan bangsa,” ungkap Swedhi.
Ke depannya, BPK Banten bersama jajaran dinas terkait berharap adanya sinergi lanjutan dengan pihak pengelola bioskop agar film edukasi sejarah seperti ini bisa ditayangkan secara lebih luas kepada masyarakat Banten.
Pemeran tokoh utama Daan Mogot, Cipta Kusuma yang beradu peran dengan Felicia Caroline sebagai Hadjari mengaku sangat bersyukur dan bangga bisa mendapatkan kesempatan memerankan pahlawan nasional tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa membawakan karakter Daan Mogot memberi tanggung jawab moral tersendiri baginya.
Perjuangan Daan Mogot yang rela mengorbankan jiwa di usia muda diharapkan bisa jadi bahan refleksi sekaligus inspirasi bagi anak muda zaman sekarang untuk terus berkarya dan mencintai Indonesia.
”Menghidupkan sosok pahlawan ini benar-benar kehormatan sekaligus tanggung jawab moral bagi saya. Perjuangan beliau yang membela tanah air di usia muda harus menjadi refleksi bagi kita semua. Saya berharap keberanian dan semangat pengorbanan Daan Mogot dapat terus menginspirasi generasi muda masa kini untuk mencintai dan membangun Indonesia,” tuturnya.
Acara ini dihadiri Kepala BPK Banten Swedhi Hananta, S.S., M.A., Kepala Dindikbud Banten H. Jamaluddin, M.Pd., perwakilan Dinas Pariwisata Banten Sri Darini, S.E., M.Si., Kasipers Rem 064/MY Kolonel Kav Fery Lahe, S.A.P., M.M.,.
Kemudian perwakilan Kapolresta Serang AKP Agus Hendratno, Kepala Dindikbud Kota Serang TB Agus Suryadin, S.Ag., M.Si., Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Ahmad Nuri, S.H., M.Si., Kepala Dindikbud Kota Cilegon Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd., serta Kepala Dindikbud Kota Tangerang Selatan Deden Deni, S.E., S.AP., M.M., M.A.
Penulis Bilgeza GenRB
Editor Daru











