SERANG – Mahasiswa jurusan jurnalitsik FISIP Unsera berkunjung ke redaksi Radar Banten di Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Jumat (3/1/2014). Mereka didampingi dosen pengampu mata kuliah Penulisan Pendapat, Ade Jahran yang diterima oleh Redaktur Pelaksana Radar Banten Ahmad Lutfi dan redaktur Hilal Ahmad.
Para mahasiswa ingin mengetahui proses penerbitan opini di media cetak dan isu apa saja yang menarik untuk dibuat atrtikel dan diterbitkan. Mereka juga menanyakan keberadaan karikatur yang tak diterbitkan lagi di Radar Banten. Mahasiswa juga
antusias menerima pemaparan dari Ahmad Lutfi dan Hilal Ahmad.
Menurut Ahmad Lutfi, artikel yang dimuat di media cetak khususnya Radar Banten merupakan artikel yang telah diseleksi sebelumnya. “Artikel itu harus menarik. Judulnya harus provokatif. Alinea pertama juga harus bagus, bila tak menarik maka tak akan diterbitkan,” kata Ahmad Lutfi.
Dijelaskan, untuk menulis artikel dibutuhkan pemahaman dan fakta yang jelas sehingga akan mudah dalam penulisannya. Jangan sampai tulisan seseorang tak enak dibaca. Jangankan untuk diterbitkan, dibaca oleh redaktur saja tidak nyambung.
“Dalam artikel, redaktur bisa saja mengedit huruf yang salah atau tak sesuai EYD, tetapi tak boleh merubah isi atau maknanya. Karena isi artikel itu tanggung jawab penulis, bukan redaksi.
Hal ini berbeda dengan sebuah berita,” ujarnya. (ADE JAHRAN)









