SERANG – Kondisi ketersediaan lapangan kerja di Provinsi Banten pada triwulan II tahun 2014 terindikasi belum terlalu baik. Hal ini lantaran persepsi konsumen terhadap ketersediaan tenaga kerja masih pesimis.
Selanjutnya, indikasi dari indeks ketersediaan lapangan kerja hasil survei konsumen masih di bawah 100. Dari sisi pelaku usaha, indikasi negatif juga tercermin dari saldo bersih tertimbang realisasi penggunaan tenaga kerja di triwulan II tahun 2014 tercatat -4,01 persen, yang dapat mengidentifikasi adanya penurunan pemakaian tenaga kerja.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Banten Budiharto Setyawan mengungkapkan, telah terjadi pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri. “Kita tidak pungkiri industri pengolahan menjadi misi utama Provinsi Banten, tapi sisi lain pertanian paling bayak menyerap tenaga kerja. Seharusnya keduanya maju bersama,” terangnya saat rilis hasil kajian ekonomi regional Provinsi Banten triwulan II tahun 2014, di Kantor BI Banten, Kaujon, Kota Serang, Rabu (20/8/2014).
Padahal, Budi melanjutkan, selama ini pertanian penyumbang terbesar triwulan II tahun 2014. “Kesejahteraan petani meningkat dari hasil indeks daya belinya meningkat,” pungkasnya. (Wahyudin)








