LEBAK – Rekrut ratusan mahasiswa pada saat latihan kepemimpinan, Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) diminta mempertahankan tradisi kekeluargaan. Ini penting dilakukan, sebab dibukanya Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) akan berdampak pada masuknya tradisi-tradisi luar yang ikut berbarengan dengan perekonomian.
“Tentu mahasiswa harus siap menghadapi MEA, dan membekali diri dengan kompetensi. Tentunya sebagai organisasi kedaerahan yang bersifat kekeluargaan, kader Kumala harus tetap menjaga tradisi itu, secara ekonomi harus kuat dibarengi dengan spirit kekeluargaan,” kata Apipi salah satu Alumni Kumala, kepada Radar Banten Online, Sabtu (28/11/2015).
Pria yang saat ini menjadi Anggota KPU Kabupaten Lebak ini mengatakan, MEA memiliki dampak positif bagi kemajuan dalam bidang ekonomi, namun peran mahasiswa, dalam hal ini Kumala, tentunya harus mampu mempertahankan tradisi kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Lebak.
“Kekeluargaan yang dimaksud yakni para mahasiswa membangun kebersamaan, dan saling bahu membahu satu sama lain, termasuk mengingatkan supaya bersatu padu membangun daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kumala Perwakilan Serang, Entis Sutisna mengatakan, kegiatan pelatihan kepemimpinan 1 ini bertujuan membentuk mahasiswa yang berasal dari Lebak untuk bisa menjadi kader-kader pembangunan yang handal.
“Untuk Pw (Perwakilan Serang-red) berjumlah 68 mahasiswa, Pw Sukabumi 30 mahasiswa dan Pw Rangkasbitung 64 mahasiswa, yang pelaksanaan hampir berbarengan di bulan November semua. Pematerinya dari alumni terdiri dari berbagai latar belakang baik politisi, birokrat dan profesional,” kata Entis. (Bayu)








