CILEGON – Aktivitas pemasangan instalasi pipa gas bumi oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) lagi-lagi menuai protes. Aktivitas itu kini dilakukan di sepanjang jalur protokol Kota Cilegon.
Sebelumnya, aktivitas serupa sempat diprotes oleh sejumlah warga Kecamatan Jombang, saat penggalian pada sudut jalan itu dilakukan di lingkungan pemukiman. Belakangan, giliran aktivitas itu kini diprotes oleh Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM).
Pasalnya, distribusi air bersih PDAM-CM kepada pelanggannya sempat terganggu, akibat adanya kerusakan pipa jaringan suplai air lantaran aktivitas penggalian pipa PGN di lokasi yang sama. “Memang kerusakan pipa jaringan air kami tidak parah. Tapi akibatnya, kurang lebih 3.000 sambungan rumah dihentikan suplai airnya kurang lebih delapan jam, karena ada waktu perbaikan dan pengisian air kembali di pipa jaringan,” ujar Direktur PDAM-CM, Encep Nurdin melalui sambungan telepon, Kamis (3/12/2015).
Seperti yang terpantau di ruas jalan Jenderal Ahmad Yani, air bersih yang berasal dari jaringan pipa air yang rusak bercampur dengan tanah sisa galian, sehingga menjadi lumpur dan berserakan hingga ke badan jalan. Mengakibatkan adanya penyempitan jalan.
“Jujur saja, kami sudah mengalami kerugian moril dan materil karena kontinuitas suplai air yang terganggu. Dikira (pelanggan) pelayanan kami yang terganggu, padahal akibat galian PGN. Belum lagi volume air yang terbuang. Air bersih itu kan selama ini kita juga memperolehnya dengan cara beli dari PT KTI (Krakatau Tirta Industri),” katanya.
Menindaklanjuti insiden itu, lanjut Encep, pihaknya mengaku sudah melayangkan teguran tertulis kepada PGN. “Untuk mengantisipasi adanya kerusakan pipa lagi, kita juga sudah tempatkan personel untuk memantau aktivitas galian,” tandasnya.
Diketahui, aktivitas penggalian pipa PGN itu dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk PGN. Salah seorang pekerja lapangan yang dikonfirmasi terkait dengan adanya genangan air itu membenarkan adanya kerusakan jaringan pipa air tersebut. “Iya, pipa airnya bocor. Tadi kena pacul (cangkul),” kata pria yang menolak menyebutkan namanya ini.
Sementara itu, Marketing PT PGN Area Cilegon, Eddy Slamet, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi. (Devi Krisna)








