SAKETI – Sebanyak 96 siswa SDN Girijaya 2, Kecamatan Saketi, semakin waswas. Mereka khawatir, empat ruang kelas yang kini digunakan, kembali mengalami longsor. Sama dengan musibah longsor yang terjadi pada Desember 2015 lalu. Dalam musibah itu, tembok penahan tanah (TPT) halaman sekolah sepanjang sepuluh meter ambrol. Apalagi sampai saat ini TPT belum juga diperbaiki.
Yulapiati, Kepala SDN Girijaya 2 menceritakan, selain membuat seluruh penghuni sekolah (guru dan siswa) waswas, ancaman longsor juga membuat warga yang menyekolahkan anak-anaknya khawatir. “Guru-guru juga merasa khawatir ketika mengajar. Sebab, takut ketika mengajar bangunan sekolah ambles lagi. Khususnya, pada saat turun hujan. Karena jarak tebing dengan halaman sekolah tinggal dua meter lagi,” kata Yulapiati saat ditemui di kantornya, Sabtu (26/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.
Yulaipati mengaku, sudah melaporkan peristiwa ambruknya TPT di depan sekolah Desember 2015 lalu kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. “Usai kejadian longsor, langsung kami laporkan ke pihak dinas, dan disarankan membuat proposal ke BPBD. Saran itu sudah kami tindak lanjuti. Bahkan pada saat musrenbang (musyawarah rencana pembangunan-red) tingkat desa kami juga memasukkannya bersama komite,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan dari SDN Girijaya 2, terkait adanya musibah longsor yang membuat kerusakan pada TPT. Ia berjanji akan menidaklajutinya ke tingkat Provinsi Banten. “Nanti saya lihat dulu datanya, soalnya laporan ada empat ke kami, tetapi yang sudah dipantau oleh BPBD Provinsi yaitu SDN Kalanganyar 1 yang akan segera diperbaiki. Dan kami akan koordinasikan lagi dengan Dinas Pendidikan. Kalau nanti mereka tidak ada anggaran, nanti kami akan usulkan lagi ke BPBD provinsi,” kata Doni, dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin. (RB/mg-03/zis/ags)








