SERANG – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten ditandai dengan pelepasan puluhan burung dari berbagai jenis, seperti kutilang dan burung dara. Bupati Ratu Tatu Chasanah, pimpinan pondok pesantren Nurul Hilmi Darunnajah Fajar Syuryono serta beberapa tamu undangan melepas puluhan burung tersebut di area hijau lapangan Ponpes Darunnajah 14, Kamis (2/6).
“Dengan melepas burung-burung itu bisa kembali ke habitat mereka masing-masing dan hidup di lingkungan seharusnya,” kata Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
Pemkab Serang, ucap Tatu, untuk melestarikan alam dan lingkungan telah berupaya menciptakan lingkungan bersih dan sehat, penanganan lahan kritis dan keanekaragaman yang hidup di dalamnya. “Pada peringatan tahun 2016 yang mengambil tema GO WILD FOR LIFE yang berarti mengajak untuk bertindak melestarikan kehidupan,” katanya.
Sementara ujar Irawan Noor, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Serang mengatakan dengan peringatan ini pihaknya mengajak untuk menjaga bumi, menanam pohon, membuat lubang pori tanah maupun menebar ikan di sungai dan danau. “Dengan upaya menjaga lingkungan di sekitar kita, hal itu merupakan bagian menjaga dan merawat bumi,” ujarnya.
Dia juga menuturkan kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti, namun diharapkan menjadi budaya masyarakat terkait pengelolaan lingkungan. Pada acara tersebut juga Bupati Tatu Deklarasikan gerakan sumur resapan dan lubang bio pori yang di ikuti ratusan orang dari pegawai SKPD, BUMD, dan jajaran Kodim di lokasi yang sama. (Shodik)








