MAKKAH – Puncak musim haji yaitu wukuf di Arafah semakin dekat. Jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arafah dari pemondokan masing-masing mulai Jumat (9/9) pagi menggunakan bus. Setiap maktab disiapkan 21 bus yang akan mengangkut jamaah ke Arafah dalam tiga tahapan.
Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid mengimbau jemaah untuk selalu membawa air minum di setiap tahapan pergerakan. “Karena cuaca sangat panas, dalam setiap perpindahan, jemaah agar tidak lupa membawa minuman. Dari Makkah menuju Arafah, bawa minuman. Dari Arafah ke Mudzalifah bawa minuman. Dan Dari Mudzalifah ke Mina juga membawa minuman. Meski satu botol, itu untuk menghilangkan haus dan panas,” imbau Suhban, Kamis (1/9), seperti dilansir Kemenag.
Jemaah haji Indonesia juga diiambau untuk tertib dan menaati jadwal yang sudah disepakati. Patuhi jadwal sangat penting untuk membantu kelancaran angkutan. Sebab, pada saat yang sama, seluruh jemaah haji dari berbagai dunia yang jumlahnya jutaan orang juga bergerak menuju tempat yang sama.
“Kalau saling berebut dan tidak taat jadwal, angkutan justru tidak lancar dan tidak sampai ke tujuan,” katanya.
“Terakhir, jemaah agar tetap berada di regu dan rombongan, tidak ambil inisiatif sendiri. Jadi (bergerak) sesuai yang disepakati bersama sesuai dengan regu dan rombongan,” kat Subhan berpesan.
Pemberangkatan jemaah dari pemondokan akan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama, jemaah diberangkatkan pada pukul 07.00- 11.30 waktu Arab Saudi (WAS). Karena hari Jumat, tahap kedua baru akan dimulai setelah Jumat, kira-kira pukul 13.00 sampai 16.00. Adapun tahap terakhir, dari jam 16.00 sampai 12 malam atau sampai selesainya jamaah terangkut semua ke Arafah. (mkd/Pinmas/Kemenag/Aas)










