SERANG – Selama sepuluh hari verifikasi faktual yang dilakukan untuk dukungan bakal pasangan calon (paslon) perseorangan, KPU Kota Serang tidak bisa menemukan ribuan para pendukung. Akibatnya, mulai hari ini sampai Selasa (6/9), tim sukses bakal paslon harus dapat menghadirkan mereka di sekretariat PPS. Bila tidak, ribuan pendukung itu dapat dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Anggota KPU Kota Serang Fierly MM mengungkapkan, verifikasi faktual dilakukan sejak 24 Agustus lalu sampai kemarin pukul 16.00 WIB. “Anggota PPS masih belum bisa menemui ribuan pendukung bapaslon,” ujar Fierly, Jumat (2/9).
Seperti diketahui, verifikasi faktual itu dilakukan terhadap dukungan bakal paslon perseorang pada pilgub nanti yakni Dimyati Natakusumah-Yemmelia dan Yayan Sofyan-Rt Enong Mandala.
Kata dia, ribuan pendukung dua bakal paslon yang belum dapat ditemui saat verifikasi faktual itu masih dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS). Ribuan orang itu dapat dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau TMS setelah dihadirkan timses di sekretariat PPS. Apabila selama empat hari tidak hadir maka otomatis dinyatakan TMS. Sementara, apabila hadir tetapi secara lisan menyatakan tidak mendukung tapi tak mengisi formulir B-5 maka tetap dinyatakan MS. “Selama verifikasi faktual kemarin, kami aktif. Sekarang kami pasif menunggu dari timses,” terangnya.
Kata dia, dari 66 kelurahan di Kota Serang, dua kelurahan di antaranya yakni Cimuncang dan Unyur mendapatkan perlakuan berbeda saat verifikasi faktual. “Yakni verifikasi faktual tidak hanya dilakukan PPS, tapi merekrut petugas RT dan RW karena jumlah dukungan di dua kelurahan itu cukup banyak,” terang Fierly.
Disebutkan, dukungan di Kelurahan Cimuncang mencapai 14.700 orang, akibatnya KPU merekrut 20 orang petugas RT dan RW. Sedangkan Unyur 9.200 orang dan merekrut 12 petugas.
Ia mengatakan, selain tidak bisa menemukan ribuan pendukung, ada banyak temuan selama proses verifikasi faktual. Kata dia, ada tiga yang utama yakni data pendukung yang disajikan banyak yang ganda, banyak warga yang protes merasa KTP-nya dicatut tanpa sepengetahuan mereka, dan verifikasi faktual banyak yang tidak didampingi timses.
Koordinator timses bakal paslon perseorangan Dimyati Natakusumah-Yemmelia di Kota Serang Hambali SK Halim mengaku, berdasarkan laporan KPU, ada 11 orang pendukung yang belum bisa ditemui. “Kami akan upayakan 11 orang itu dapat dihadirkan karena berharga,” ujarnya.
Kata dia, apabila tidak bisa maka pihaknya menyerahkan keputusan kepada KPU. (Rostina/Radar Banten)







