SERANG – Berawal dari kepedulian untuk melestarikan menu-menu tradisional yang saat ini mulai jarang ditemui di kafe-kafe kebanyakan, Geprek Jawara yang berlokasi di Jalan Veteran Pisang Mas Kota Serang, menawarkan menu-menu tradisional yang mengingatkan pengunjung akan tempo dulu.
Istilah jawara yang memang terkesan gagah tersebut, membuat Ariza sang owner untuk berkreasi dengan kuliner pedas. Kuliner pedas tersebut yakni ayam dan bebek yang disajikan dengan cara digeprek (dimemarkan).
“Sebenarnya inspirasi datang begitu saja. Saat itu saya mulai gerah melihat berbagai makanan dan minuman yang dijual di kafe-kafe yang didominasi dengan harga yang cukup mahal. Selain mahal juga mereka menjual menu-menu yang menjurus ke barat-baratan. Padahal bahan bakunya hampir semua diproduksi di Indonesia. Di sini menu geprek ada ayam geprek jawara dan bebek geprek jawara. Semua menu geprek merupakan spesialis menu pedas. Jadi dengan cara digeprek, rasa pedasnya itu sampai meresap dan nusuk ke daging,” kata Ariza, Sabtu (3/9).
Selain menu makanan, ia berpikir bahwa Indonesia juga memiliki banyak minuman khas yang populer di antaranya es doger, cincau, dan dawet yang mampu bersaing dengan minuman-minuman Barat yang saat ini populer.
“Minuman tradisional itu enggak kalah enak rasanya sama minuman luar. Tapi kenapa saat ini mulai sepi peminat. Kita saat ini ingin membuktikan saja, kalau salah satu dari produk tradisional Indonesia juga bisa bersaing, seperti cincau yang kita buat ini. Padahal kalau orang tahu, cincau juga kaya dengan manfaat,” ujarnya.
Penamaan menu minuman yang unik juga membuat suatu ketertarikan tersendiri, di antaranya cacimaki, rese galau, bentrok, panas terik, preman galau dan cekcok. Nama-nama tersebut masih berkaitan dengan istilah jawara, yang identik dengan keberanian dan gagah.
Harga yang bersahabat pun membuat para pengunjung dari kalangan anak sekolah sampai pekerja dapat menikmati menu di Geprek Jawara.
“Harganya kisaran Rp5 ribu sampai Rp15 ribu. Masuklah untuk semua kalangan dari muda sampai dewasa,” ungkapnya. (Wirda)








