SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untirta menggelar dialog publik bertema “Temukan Pemimpin yang Mampu Menciptakan Budaya Partisipatif di Lingkup Sektoral Rakyat,” Kamis (10/11). Narasumbernya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Wahidin Halim-Andika Hazrumy dan Rano Karno-Embay Mulya Syarief.
Narasumber pasangan nomor 1 Wahidin Halim-Andika Hazrumy diwakili oleh Fitron Nur Ikhsan, salah satu tim pemenangan WH-Andika. “Pak Andika sudah dua malam berada di Banten Selatan dan Pak WH saat ini sedang berada di Tangerang,” kata politisi Partai Golkar ini.
Fitron mengungkapkan, WH-Andika memiliki beberapa program, antara lain mengenai ketenagakerjaan. Di Banten saat ini banyak pekerja asing. Dari data Izin Mempergunakan Tenaga Kerja Asing (IMTKA) pada tahun 2015 sebanyak 10 ribu dan pada tahun 2016 sebanyak 35 ribu tenaga kerja asing di Banten. “Orang Banten yang bekerja itu hanya sebagian kecilnya akibat dari MEA, tenaga kerja asing datang dari Tiongkok,” paparnya.

Untuk mengurangi pengangguran di Banten, pihaknya akan membuat website job seeker. Nanti semua lapisan masyarakat dapat membuka websitenya di mana saja dan kapan saja. Kemudian mengadakan pelatihan kerja melalui Banten coorpote university.
Sementara dari pasangan nomor urut 2 dihadiri langsung oleh calon wakil gubernur Embay Mulya Syarief. “Hari ini Pak Rano sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan di Australia. Makanya saya datang sendiri dan terlambat karena usai menghadiri acara Rakercabsus PDIP Kota Serang,” kata Embay.
Pada kesempatan itu, Embay yang berbicara singkat mengungkapkan, pada Hari Pahlawan ini diirnya akan ziarah ke makam Sultan Ageng Tirtayasa di Tirtayasa. “Setelah ini saya akan berziarah ke makam Sultan Ageng Tirtayasa karena jarang sekali ada yang berkunjung ke sana,” ujarnya.
Berkaitan dengan Hari Pahlawan, Embay mengungkapkan, di Banten masih ada beberapa pejuangan yang belum ditetapkan sebagai pahlawan, seperti KH Wasyid, Cilegon. (Wirda)









