Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan tahapan kegiatan program pengabdian di Fave Kitchen, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026 ini merupakan bagian dari program berjudul “Implementasi Produksi Bersih dan Ekonomi Sirkular pada UMKM Sektor Kuliner untuk Mewujudkan Usaha Berkelanjutan di Kecamatan Jombang, Cilegon.”
Tim yang terdiri dari dosen Jurusan Teknik Kimia UNTIRTA melaksanakan kegiatan edukasi, diskusi, dan observasi langsung bersama pemilik Fave Kitchen sebagai mitra kegiatan. Diskusi difokuskan pada pentingnya penerapan produksi bersih dalam usaha kuliner untuk mendukung ekonomi sirkular, pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta potensi pemanfaatan limbah usaha kuliner.
Salah satu limbah yang menjadi fokus utama adalah minyak goreng bekas atau minyak jelantah. Limbah ini memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai guna, seperti sabun dan lilin aromaterapi. Selain itu, limbah organik dari bahan makanan juga berpotensi dimanfaatkan sebagai kompos dan pakan maggot sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNTIRTA, Dhena Ria Barleany, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep produksi bersih dan ekonomi sirkular kepada pelaku usaha kuliner agar mampu mengelola sumber daya dan limbah secara lebih bijaksana.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan limbah, tetapi juga mampu menghasilkan praktik-praktik nyata yang mendukung keberlanjutan usaha dan lingkungan.
Melalui penerapan produksi bersih, pelaku usaha sektor kuliner dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mendukung terwujudnya usaha yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemilik Fave Kitchen, Veni Hendri Yanti menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan limbah dan peluang pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Kami sangat senang dapat menjadi mitra dalam program ini. Banyak informasi yang kami peroleh, terutama mengenai pemanfaatan minyak jelantah dan pengelolaan sampah yang selama ini belum kami optimalkan. Kami berharap pelatihan selanjutnya dapat memberikan keterampilan baru bagi karyawan dan mendukung pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, tim juga meninjau tata letak dapur Fave Kitchen, termasuk aspek ventilasi, pencahayaan, tempat pencucian, area produksi kue, area pengolahan lauk-pauk dan sayuran, serta area display produk. Melalui store tour yang diberikan oleh pihak Fave Kitchen, tim memperoleh gambaran langsung mengenai alur produksi dan kondisi operasional usaha.
Fave Kitchen sebagai mitra menyambut baik program ini dan bersedia terlibat dalam kegiatan pelatihan lanjutan bersama tim UNTIRTA.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan usaha kuliner ramah lingkungan di Kota Cilegon melalui edukasi, pendampingan, pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya, serta penguatan praktik usaha berkelanjutan berbasis produksi bersih dan ekonomi sirkular.
Kegiatan ini didanai melalui Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internal Tahun 2026 Pendanaan Fakultas di Lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.











