SERANG – Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menegaskan, pasca digelarnya Muktamar Islah PPP pada pekan kedua April mendatang, partainya akan mengawal perubahan kepemimpinan di Provinsi Banten pada 2017.
“Kenapa akhir-akhir ini kami diam? Karena kami mawas diri, di internal ada permasalahan. Namun, masalah itu akan berakhir di Muktamar Islah April nanti,” kata Mardiono, saat melakukan kunjungan ke Kantor Redaksi Radar Banten, di Kota Serang, Selasa (29/3/2016).
Setelah Muktamar Islah PPP digelar, Mardiono mengaku akan langsung melakukan konsolidasi terkait persiapan Pilgub Banten 2017. “Intinya PPP ingin ada perubahan di Banten. Tetapi kami ingin menata organisasi kami dulu,” ujarnya.
Pengusaha yang juga tokoh di Banten ini mengatakan, PPP memiliki delapan kursi di DPRD Provinsi Banten dan akan melakukan komunikasi dengan partai politik lainnya. “Bila ada partai lain yang mau berkoalisi dengan partai kami dan kemudian ada kader yang dikehendaki, kami siap bersama-sama mengabdikan diri membangun Banten,” ucap Mardiono.
Walau pun begitu Mardiono mengaku tidak mengedepankan ambisi untuk maju di Pilgub Banten 2017. “Saya tidak ambisi. Jangan sampai kepemimpinan lahir dari sikap ambisi, apalagi ambisius. Karena kepemimpinan itu amanah. Kalau didapat dengan cara ambisius, nanti jadi kurang amanah. Menjadi meleset, menjadi menyimpang,” tutur Mardiono.
Wakil Ketua DPW PPP Banten, Agus Setiawan mengungkapkan, munculnya nama Muhamad Mardiono bukan baru sekarang. Agus menyatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada dua pimpinan partai politik yang sudah berkomunikasi membangun koalisi.
“Sudah lama PPP dengan PKS dan PAN menggagas koalisi poros Islam. Masing-masing punya calon. Saat itu, saya sudah menyampaikan bahwa kader PPP yang akan diusung jadi calon Gubernur Banten adalah Pak Mardiono,” kata Agus.
Ia menjelaskan, alasan diusungnya Mardiono sebagai Cagub dalam bursa Pilgub mendatang adalah karena selain kader partai, loyalitas dan dedikasi Mardiono di dunia usaha, aristokrat, teknokrat, birokrat sudah teruji. (red/RBOnline)









