Kota Serang Menuju Kota Metropolitan

0
1.387 views

SERANG – Pembenahan Kota Serang akan diakukan serius. Mulai dari pembenahan infrastruktur, konektivitas jalan, transportasi, pendidikan, rumah sakit, hingga pembuatan taman sepanjang jalur protokol. Wajah Kota Serang diidamkan akan menjadi wajah yang metropolis.

Untuk itulah, Pemprov Banten mulai turun tangan secara langsung membangun kota ini. Dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov bersama Pemkot akan mendesain untuk mengubah wajah Kota Serang.

Gubernur Wahidin Halim mengatakan, saat ini, pihaknya baru merancang desain dengan ITB. “Saya mau mengubah karena terkesan sumpek,” ujar pria yang akrab disapa WH ini.

Setelah desain rampung, mantan walikota Tangerang dua periode ini mengaku akan mulai menyusun program bersama Pemkot Serang. Namun, ia mengingatkan Pemkot Serang juga mempunyai gereget untuk mengubah Kota Serang.

Ia mengaku Pemprov bukan mengambil alih, tetapi mendorong agar Kota Serang layak sebagai Ibukota Provinsi Banten. “Nanti akan banyak bantuan dari Pemprov,” terangnya. WH mengaku sudah memanggil Pemkot dan menanyakan apa yang bisa Pemprov bantu. Hal itu merupakan perhatian lebih yang diberikan Pemprov untuk Pemkot.

Selama ini, lanjutnya, sudah banyak yang dilakukan Pemprov untuk wilayah yang mempunyai luas 266,71 kilometer persegi ini. Mulai dari revitalisasi kawasan Banten Lama beserta peningkatan jalan menuju wilayah itu dengan pengecoran, menata kawasan Serang Timur, membuat trotoar, hingga pembuatan taman sepanjang jalan protokol.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Muhtarom mengatakan, Gubernur menginginkan Ibukota Provinsi Banten bisa maju. “Bisa menjadi kota metropolitan,” ujarnya.

Ada 16 indikator yang harus dipenuhi untuk menjadi kota metropolitan. Saat ini, Kota Serang sudah memenuhi delapan indikator. “Kita sudah siap menjadikan Ibukota Provinsi Banten ini, Kota Serang sebagai kota metropolitan,” tuturnya.

Kata dia, delapan indikator yang belum terpenuhi itu akan dirancang dan direncanakan untuk dipenuhi. Misalnya konektivitas jalan, transportasi, pendidikan, dan rumah sakit harus tipe A.

Muhtarom menjelaskan, Gubernur juga mengingingkan agar ada jalan penghubung yang bukan hanya Palima, tapi Palenam yang langsung ke Kota Cilegon. Saat ini, rencana-rencana itu baru tahap pengkajian oleh ITB. “Mudah-mudahan tahun ini sudah ada grand design-nya untuk kemudian diisi,” urainya. Kata dia, beberapa waktu lalu pihaknya sedang melakukan pemetaan terhadap kondisi Kota Serang. Hasilnya, Kota Serang telah siap menuju kota metropolitan lantaran telah memenuhi delapan indikator.

REVISI PERDA RTRW

Sementara Walikota Serang Syafrudin mengaku Pemkot sudah diajak bicara oleh Pemprov untuk menjadikan Kota Serang sebagai kota metropolitan. Nantinya, dengan hasil kajian ITB, akan ketahuan siapa mengerjakan apa. “Apa yang menjadi kewenangan Pemprov, dan apa yang menjadi kewenangan Pemkot,” ujarnya.

Pria yang dilantik sebagai Walikota Serang pada 5 Desember 2018 lalu ini memang menginginkan Kota Serang terus berkembang. Hanya saja, pendapatan asli daerah (PAD)  Kota Serang yang jumlahnya kecil menjadi kendala. Di usianya yang menginjak 13 tahun ini, PAD Kota Serang baru Rp200 miliar dengan APBD sebesar Rp1,3 triliun.

Meskipun begitu, mantan birokrat ini mengaku selama ini Pemkot tidak berdiam diri. Berbagai pembangunan juga sudah dilakukan Pemkot. Tahun ini saja, Pemkot akan merevitalisasi Alun-alun dan membuat ruang terbuka hijau di Walantaka. Jalan poros dan jalan lingkungan yang menjadi kewenangan Pemkot juga akan diperbaiki sesuai dengan skala prioritasnya.

Untuk mengembangan daerah yang memiliki enam kecamatan dan 67 kelurahan ini, mantan Camat ini mengaku sudah mengajukan revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang. Selain membuka zona industri baru, Pemkot juga mengusulkan agar batas maksimum ketinggian bangunan di Kota Serang ditingkatkan. “Kami juga sudah punya desain Kota Serang nanti akan dibuat seperti apa. Nanti bersama-sama dengan Pemprov akan difix-kan,” ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, banyak hal terutama dari infrastruktur dan moda transportasi hingga ketersediaan air harus dikembangkan di Kota Serang. Selain Kota Serang, ada dua daerah lain yang juga memiliki keterkaitan untuk mewujudkan kota metropolitan ini, yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, sehingga masalah persampahan juga dipikirkan. “Ada keterpaduan antar daerah,” terangnya.

Ia mengaku, Pemkot sadar betul PAD Kota Serang sangat kecil. Tanpa intervensi dari Pemprov, pembangunan di Kota Serang akan tersengal-sengal. “Desain sudah ada dari ITB, nanti siapa berbuat apa. Pemkot tentu menyambut baik,” tutur Nanang. (nna/ags)