SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite saat ini masih menjadi suatu kendala bagi para nelayan khususnya diwilayah Banten selatan yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
Mereka sulit untuk mendapatkan BBM subsidi itu dikarena dibatasi oleh beberapa aturan salah satunya larangan membeli BBM Pertalite menggunakan jerigen. Padahal, para nelayan harus menggubakan jerigen untuk membawa yang selanjutnya diisikan ke dalam kapal sebelum melaut.
Menanggapi hal itu, Sekertaris Komisi II DPRD Banten, Oong Syahroni mengatakan, persoalan itu bukan hanya dialami oleh para nelayan namun juga para petani. Katanya, kedua kelompok masyarakat itu menggunakan BBM subsidi untuk mengisi mesin kapal ataupun traktor mereka.
“Harga BBM Pertalite sama Pertamax maupun Solar itu kan beda jauh, ini yang jadi keprihatinan kita karena baik petani maupun nelayan hari ini merasa kesulitan juga untuk mengakses bahan bakar itu (Pertalite,-red) sehingga sebagian mereka terpaksa menggunakan solar,” kata Oong kepada Radar Banten, Jumat 18 Agustus 2023.
Ia mengatakan, berdasarkan aturan yang diterapkan oleh Pertamina bahwasanya BBM Subsidi hanya diberikan untuk kendaraan saja. Tidak ada aturan khusus yang membela para petani dan nelayan.
“Pemerintah memberikan subsidi ini kan sifatnya hanya untuk kendaraan, jadi antara petani dan masyarakat umun itu disamakan. Kalau begitu tidak mungkin kan mereka (petani dan nelayan,-red) menggunakan alat mesin pertanian datang ke pom bensin. Ya mereka harus menggunakan jerigen, sementara itu tidak diperbolehkan,” ucap politikus Partai Gerindra ini.
Seharusnya, kata Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Banten ini, Pemerintah bisa memberikan perhatian khusus baik itu kepada nelayan maupun petani. Untuk memberikan kebijakan khusus yang mempermudah petani dan nelayan mendapatkan akses BBM Subsidi.
Sebab, dengan aturan yang saat ini tentunya hanya akan menghambat produktitas dari para petani dan nelayan dengan membekaknya biaya operasional yang disebabkan oleh permasalah BBM itu.
“Kami DPRD Banten mengusulkan kepada pemangku kebijakan, untuk membuat slot khusus untuk nelayan maupun petani. Pertamina selaku BUMN harus paham dengan kondisi yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat, kami berharap adanya aturan yang proporsional dan lebih profesional lagi sehingga keluhan-keluhan seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkasnya.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











