Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahdfuz didampingi Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Eko Nugriyanto menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada warga Baduy Dalam di Cijahe, Lebak, Sabtu (13/7).

LEBAK – Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Eko Nugriyanto dan jajarannya menjelajahi kawasan adat Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Sabtu (13/7).

Mereka menyosialisasi pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat Baduy di dua tempat. Pertama di rumah kepala Desa Kanekes. Kedua di Cijahe, perbatasan menuju kawasan Baduy Dalam.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz berbincang-bincang dengan warga Baduy.

Usai sosialisasi, dari Cijahe perjalanan dilanjutkan ke Baduy Dalam. Sabtu malam mereka menginap di Kampung Cikeusik. Menikmati sunyi senyap kampung Baduy Dalam untuk mengambil pelajaran sekaligus kontemplasi bersama dalam hal keragaman budaya dan istiadat demi merawat NKRI dan kebhinekaan.

“Kita memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan sosial kepada pekerja, termasuk suku pedalaman,” kata Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz di sela-sela sosialisasi.

Naufal bercerita, BPJS Ketenagakerjaan memiliki tanggung jawab agar seluruh masyarakat pekerja dapat terlindungi dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Termasuk masyarakat di seluruh suku pedalaman, wajib terlindungi jaminan sosial karena bagian dari warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Warga Baduy Dalam memakaikan lomar di kepala Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Eko Nugriyanto.

Karena itu pihaknya mengunjungi masyarakat Baduy untuk menyosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan. “Masyarakat Baduy Luar maupun masyarakat Baduy Dalam wajib menerima program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Kegiatan sosialisasi, kata dia, merupakan edukasi atau pendidikan secara bertahap agar masyarakat pedalaman masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat BPJS Ketenagakerjaan itu untuk melindungi masyarakat pekerja jika mengalami kecelakaan, kematian, dan masa hari tua.

“Melalui pendidikan itu, dipastikan masyarakat pedalaman dapat menerima program kesejahteraan tersebut,” katanya.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Eko Nugriyanto, Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz, dan Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Didin Haryono di rumah kepala desa Kanekes.

Pada kesempatan itu, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Eko Nugriyanto mengatakan, pihaknya bekerja keras agar seluruh pekerja masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak.

“Saat ini, kata dia, jumlah angkatan kerja di Banten sekitar 5,6 juta dan hanya baru 50 persen masuk BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

BPJS Ketenagakerjaan berencana masuk ke daerah-daerah yang banyak rentan para pekerja mengalami kecelakaan. Pihaknya juga mendatangi komunitas-komunitas maupun elemen masyarakat agar para pekerja terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam para pekerjanya juga rawan kecelakaan, sehingga wajib terlindungi jaminan sosial tersebut,” katanya.

Selain itu juga BPJS Ketenagakerjaan melibatkan komunitas pondok pesantren, seperti di Kabupaten Serang. “Kami menargetkan tahun 2019 sebanyak 2,5 juta pekerja formal maupun nonformal masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Didin Haryono menambahkan, kunjungan kerja BPJS Ketenagakerjaan ke masyarakat adat Baduy merupakan ikhtiar merawat kebhinekaan dalam upaya membangun dari desa dan daerah serta masyarakat tertinggal. Masyarakat Baduy merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kebhinekaan. Mereka termasuk para pekerja rentan yang perlu dilindungi.

“Kami BPJS Ketenagakerjaan siap hadir menjadi mitra dan asistennya pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan kabupaten utuk melindungi mereka,” ujar Didin.

Pada sosialisasi itu, seratus warga Suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar masuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka masuk sebagai peserta pekerja nonformal. Jika mengalami kecelakaan saat bekerja, akan mendapatkan biaya pengobatan di rumah sakit sampai sembuh. Apabila sampai meninggal, akan mendapatkan santunan.

Kepala Desa/Jaro Kanekes Saija mendukung kegiatan BPJS Ketenagakerjaan. “Kami mendukung sekali BPJS Ketenagakerjaan karena orang Baduy semuanya bekerja, berladang, ngambil odeng, tanam padi, nenun. Saat ini sudah 100 orang daftar BPJS Ketenagakerjaan,” kata Saija yang termasuk dalam peserta BPJS.

Menurutnya, menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sama halnya dengan menabung. “Puun mengizinkan karena ini bermanfaat,” katanya. (aas/brp)