CIKEUSAL – Muri (84) tertimpa musibah. Rumah nenek di Kampung Katupang Tegal, Desa Cilayung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, ini ambruk pada Minggu (11/6) sore. Bangunannya sudah tua.
Pantauan Radar Banten, Senin (12/6), puing rumah Muri sudah dibersihkan oleh tetangganya. Hanya fondasi rumah yeng tersisa. Saat ini, Muri tinggal bersama anaknya yang juga tinggal di Desa Cilayung.
Muri tidak mau memberikan keterangan soal musibah yang menimpanya. Salah satu cucunya, bernama Fitri, yang menjawab pertanyaan Radar Banten. “Robohnya kemarin sore (Minggu, 11/6-red),” katanya.
Musibah ini tidak membuat Muri terluka. Rumahnya ambruk sekira pukul 16.00 WIB ketika Muri duduk di samping rumahnya. Bangunan dari bilik bambu dan kayu itu ambruk ke bagian depan. Muri selamat karena bisa langsung berlari menyelamatkan diri. Namun, perabotan rumahnya rusak tertimpa bangunan.
“Untung (Muri-red) lagi di luar. Kalau lagi di dalam (rumah-red), pasti tidak bisa lari,” ujar Fitri.
Ia mengatakan, di rumah itu Muri tinggal sendirian. Anak-anaknya setiap hari biasa menengok janda tua itu sambil membawakan makanan. “Anak-anaknya sudah pisah. Sudah berkeluarga semua,” terang Fitri.
Fitri tidak ingat waktu pembangunan rumah neneknya. “Sudah puluhan tahun,” jelasnya. Ia berharap, Pemkab Serang dapat memberikan bantuan untuk membangun rumah neneknya lagi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Saefudin mengaku sudah mendapatkan informasi dan sudah menugaskan pegawainya untuk menyurveinya. “Sudah ada tim yang ke sana,” katanya saat dihubungi melalui telepon seluler.
Saefudin mengatakan bahwa musibah yang menimpa Muri juga sudah disampaikan kepada Bupati Ratu Tatu Chasanah. “Nanti akan direkomendasikan ke Bank bjb. Mudah-mudahan bisa dibangun melalui CSR Bank bjb,” ujarnya.
Sebelum rumah Muri dibangun, lanjut Saefudin, Dinsos akan memberikan bantuan sembako agar beban korban lebih ringan. “Insya Allah, besok (hari ini-red), bisa dikirimkan sembakonya berupa makanan dan mi instan,” ujar Saefudin. (Rozak/RBG)










