Home Berita Utama Sosial Budaya

Baduy Menganggap Pulau Jawa Seperti Tubuh Manusia

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 4 Mei 2014 17:55
in Sosial Budaya
0
Baduy Menganggap Pulau Jawa Seperti Tubuh Manusia
0
SHARES
96
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp


Gunung ulah dirempug
Lebak ulah dirusak
Panjang ulah dipotong
Pendek ulah disambung

Demikianlah pikukuh masyarakat adat Baduy. Pesan untuk selalu menjaga alam keharmonisan hidup bermasyarakat terasa kuat. Gunung jangan digunduli dan dieksploitasi. Ngarai jangan dirusak oleh industri. Yang panjang jangan dipotong dan yang pendek jangan disambung, merupakan bentuk penerimaan apa adanya terhadap harmonisasi manusia dan alam semesta.

Kedekatan manusia dan alam dalam falsafah masyarakat Baduy ini menciptakan kosmologi, dan pemahaman bahwa alam seperti halnya manusia yang memiliki tubuh. Masyarakat Baduy berpendapat bahwa Pulau Jawa ini seperti halnya tubuh manusia.

“Masyarakat Baduy memiliki pandangan terhadap alam semesta, terutama Pulau Jawa seperti halnya tubuh manusia,” kata Rubi Achmad Baedhawi, akademisi dan pemerhati budaya Banten, kepada radarbanten.com, Minggu (4/5/2014).

Masyarakat Baduy, kata Rubi, menganggap bahwa ibarat tubuh, posisi Ujung Kulon merupakan kepalanya Pulau Jawa. “Maka ada istilah Sang Hyang Sirah. Ini ada kaitannya dengan posisi kepala tadi,” jelasnya.

Sementara itu, jika Ujung Kulon menduduki posisi kepala, maka masyarakat Baduy menganggap bahwa Baduy adalah paru-parunya. “Nah, paru-parunya ada di Baduy. Maka masyarakat Baduy benar-benar menjaga alamnya. Karena jika alam rusak, maka paru-paru seperti dalam analogi tubuh tadi juga rusak. Jika paru-paru rusak bisa kita bayangkan seperti apa kondisi tubuh manusia,” papar lelaki yang juga dosen di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini.

Ketika ditanya mengenai posisi kaki, jika Pulau Jawa dianggap seperti tubuh manusia, Rubi menjawab ada di Blambangan, Jawa Timur. “Posisi kaki ada di Blambangan.”

Maka, lanjut Rubi, pada tiap seba Baduy, masyarakat Baduy menghampiri tiap kepala daerah untuk menitipkan untuk menjaga alam. “Tiap kali bertemu kepala daerah, pesan menjaga alam selalu mereka (masyarakat Baduy-red) lakukan,” pungkas Rubi. (WAHYUDIN)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dituduh Jiplak, Sinetron Kau yang Berasal dari Bintang Cuma Tiga Episode

Next Post

Jelang UN SMP, Lembaga Bimbel Semakin Ramai

Next Post
Jelang UN SMP, Lembaga Bimbel Semakin Ramai

Jelang UN SMP, Lembaga Bimbel Semakin Ramai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dinkes Kabupaten Serang Minta Warga Antisipasi DBD di Musim Kemarau

Dinkes Kabupaten Serang Minta Warga Antisipasi DBD di Musim Kemarau

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 8 Agustus 2026 17:09
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit-penyakit yang bisa timbul pada saat musim kemarau. Salah satu...

IMMI Banten Dilantik, Siap Kolaborasi Cerdaskan Kehidupan Bangsa

IMMI Banten Dilantik, Siap Kolaborasi Cerdaskan Kehidupan Bangsa

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 8 Agustus 2026 17:03
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Ittihadul Muballighin dan Wal Muballighat Indonesia (IMMI) Provinsi Banten periode 2026-2031 resmi dilantik. Prosesi pelantikan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.