SERANG – Faktor ekonomi sering kali menjadi salah satu motif
kejahatan. Mendesaknya kebutuhan hidup dan kurangnya lapangan kerja menjadi
alasan bagi praktik prostitusi.
Kasatreskrim Polres Serang AKP Rensa Aktidivia mengatakan
bahwa dari mucikari yang diamankan Polres Serang beberapa waktu lalu, kondisi
ekonominya di bawah rata-rata. “Rata-rata ekonomi bawah,” ungkap
Rensa saat ditenui usai ekspose di Mapolda Banten, Rabu (28/5/2014).
Dari kasus yang terungkap Polres Serang, dua kasus prostitusi
terungkap dari rentang April hingga Mei 2014. “Yang kita jalankan
memancing transaksi prostiktusi anak-akan ABG. Kita pancing sesuai dengan
pesanan. Memberikan uang kepada maminya,” ungkap Rensa.
Kasus ini sendiri terungkap melalui komunikasi telpon.
“Mucikari menelpon dan berkenalan dengan ‘pekerja seks’ dan mengiming-imingi
hadiah dan uang,” paparnya.
Tarif untuk jasa pelayanan seks sendiri dipatok antara Rp500
ribu hingga Rp1 juta. “Ada empat (pelaku-red) yang kita amankan,”
pungkasnya. (WAHYUDIN)


.jpg)






