CILEGOn – Terkait kecelakaan kerja yang terjadi di PT Indofero tadi malam yang mengakibatkan 3 orang, hingga saat ini pihak perusahaan belum mengetahui secara pasti akibat terjadinya kecelakan kerja tersebut.
“Saat ini kita masih melakukan pengecekan di dalam perusahaan, dan saya belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut,” ujar Ade Alamsyah, Kepala Keamanan PT Indofero kepada awak media saat ditemui di RSKM, Senin (16/6/2014).
Dijelaskan, pihaknya mengakui adanya perbaikan di dalam perusahaanya yaitu di ruang produksi, yang merupakan cleaning tangki Co2, karena cleaning tersebut dilakukan secara berkala yaitu seminggu sekali. “Biasanya kita juga melakukan cleaning, tadi malam dilakukan, namun entah apa penyebabnya terjadi kecelakaan kerja,” jelasnya.
Terkait adanya dugaan kebocoran yang ditemukan pihak kepolisian, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara detail, namun ia mengakui tiga orang karyawannya berada dalam tangki yang sedang melakukan cleaning atau pembersihan.
“Kemungkinan temuan polisi ada benarnya, namun hingga saat ini kita masih terus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi tangki tersebut untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Irfan, bagian HRD PT Indofero mengatakan, pihak perusahaan menjamin semua biaya pengobatan di Rumah Sakit Krakatau Medika bagi karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja tersebut. Begitu juga dengan yang meninggal dunia, pihaknya sudah menemui keluarga korban dan memberikan santunan
“Kita tanggung jawab semua, baik yang dirawat maupun yang meninggal dunia, selain dari Jamsostek dan ansuransi, mereka juga dapat santunan dari perusahaan,” pungkasnya.
Kapolres Cilegon AKBP Defrian Donimando mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa tersebut. Dugaan awal para karyawan menghirup gas beracun yang mengakibatkan keracunan. (Sefrinal)










