MERAK – Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak menduga, terdapat unsur kesengajaan dalam insiden terbakarnya enam rumah dan dua warung yang terdapat di belakang kawasan area Terminal Terpadu Merak (TTM), Sabtu (14/11/2015) dini hari tadi.
Kebakaran awalnya terjadi pada rumah milik Jaroh, seorang tukang urut tradisional setempat, yang sengaja dibakar oleh anaknya Ramdhan, yang mengalami gangguan kejiwaan. “Saat ini dia (Ramdhan) sudah kita amankan Mapolsek untuk menghindari amuk massa yang kesal,” ungkap Kapolsek Pulomerak Kompol Yosa Hadi kepada radarbanten.co.id, Sabtu (14/11/2015).
Baca : Kebakaran Melanda 8 Bangunan di Belakang TTM
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, entah dari mana datangnya, Ramdhan pulang kerumah ibunya itu pada dini hari tadi dan tiba-tiba mengamuk sebelum akhirnya langsung membakar rumah yang terdapat di lingkungan Medaksa Sebrang RT 04 RW 05, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon itu. Karena bangunan rumah yang terbuat dari kayu, sehingga membuat api cepat membesar dan membakar rumah milik warga lainnya. “Jadi walaupun dia (Ramdhan) stress, tetap perlu kita amankan, kita takut dia malah digebukin masyarakat,” terang Yosa.
Meskipun tak ada korban jiwa, namun akibat kebakaran itu korban dan sejumlah warga lainnya yakni Mastari, Romunah, Jumenah, Eman, Kesih dan Anah diduga mengalami total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (Devi Krisna)









