PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah toko minimarket di Kampung Saketi Pasar, RT 04 RW 02, Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, Banten, dilalap si jago merah pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari panel yang berada di bagian belakang atau gudang toko.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Endan Permana, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 21.11 WIB. Setelah laporan diterima, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Kami langsung melakukan penanganan hingga sekitar pukul 00.00 WIB,” kata Endan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Menurut Endan, api diduga berasal dari percikan listrik pada panel di bagian belakang minimarket. Percikan tersebut kemudian memicu kebakaran yang dengan cepat merambat ke sejumlah barang yang tersimpan di dalam toko.
Saat kejadian, pegawai minimarket bersama warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun upaya tersebut tidak berhasil karena api sudah terlanjur membesar.
“Pegawai dan masyarakat sempat mencoba memadamkan menggunakan APAR, tetapi api sudah terlalu besar sehingga tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.
Untuk memadamkan kobaran api, BPBD dan Damkar Pandeglang menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari markas komando serta satu unit dari Pos Damkar Labuan.
Selain itu, proses pemadaman juga dibantu dua unit mobil tangki suplai air, yakni mobil tangki bantuan Presiden dan mobil tangki dari BNPB pusat.
Sebanyak sekitar 30 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari aparat Polsek Saketi yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Endan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran minimarket di Saketi Pandeglang tersebut. Namun, sebagian barang di dalam toko terbakar, terutama yang berada di bagian belakang seperti makanan ringan dan stok barang lainnya.
“Di bagian belakang seperti makanan ringan dan barang stok banyak yang terbakar. Namun di bagian depan seperti etalase rokok dan minuman masih ada yang tidak terbakar karena petugas cepat datang,” jelasnya.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi kejadian berada di area pasar dengan akses jalan yang sempit dan cukup padat kendaraan. Kondisi ini membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan masuk dan menyuplai air ke lokasi kebakaran.
“Kesulitannya karena lokasi di pasar, akses jalannya sempit dan banyak kendaraan sehingga suplai air agak terhambat,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, apalagi cuaca beberapa hari ini cukup panas. Periksa instalasi listrik agar tidak memicu kebakaran,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











