TANGSEL – Pendidikan non formal terkadang dipandang sebelah mata. Padahal pendidikan ini tak kalah bagusnya dengan pendidikan formal. Hanya saja dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajarnya sedikit berbeda dengan formal.
Biasanya pendidikan non formal melakukan belajar mengajar di rumah atau di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)nya langsung. Berbeda dengan pendidikan formal yang harus datang ke sekolah.
Untuk meningkatkan mutu Pendidikan Non formal, Dinas Pendidikan Tangsel melalui Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) menggelar kegiatan Lomba Kreatifitas Peserta Didik Paket B di Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Mathoda, mengatakan kegiatan yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun ini antusias diikuti peserta didik paket B. Bahkan, dengan digelarnya kegiatan ini memacu peserta didik meningkatkan belajar.

“Kita menyiapkan peserta Paket B ini untuk mewakili Kota Tangerang Selatan untuk lomba di tingkat Provinsi Banten. Tahun sebelumnya, Kota Tangerang Selatan selalu menjadi juara umum dalam lomba Pendidikan Non Formal. Mudah-mudahan tahun ini hasilnya akan lebih baik lagi,” katanya.
Dengan digelarnya lomba tersebut, Mathoda berharap pendidikan formal maupun non formal bisa terus ditingkatkan kualitas dan mutu pendidikannya.
Sementara, Kepala Bidang PNFI pada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Hayati Nur, menerangkan bahwa lomba diikuti 20 peserta. Peserta merupakan perwakilan dari 10 PKBM yang ada di Kota Tangerang Selatan.
Di antaranya, PKBM Technosa, PKBM Ka Seto, PKBM Bina Mandiri serta PKBM Siliwangi. “Para peserta yang mendapat juara 1, 2 dan 3 akan mewakili Tangsel ke Provinsi untuk lomba Melukis dan Hasta Karya. Mereka kami minta untuk menunjukan kreatifitas yang dimiliki dan bersaing di Provinsi maupun Nasional,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini PKBM mengirim siswanya yang berprestasi dan memiliki bakat untuk mengikuti lomba. Dengan tujuan memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi di tingkat Paket B. “Kami harapkan ini bisa memacu para warga belajar yang lain untuk mengikuti jejak prestasi temannya. Kita juga ingin pendidikan non formal lulusannya bermutu dan berkualitas, tidak seperti yang dibayangkan orang yang hanya mengejar ijazah saja,” terangnya. (adv)











