SERANG – Ratusan rumah di Desa Domas Kecamatan Pontang Kabupaten Serang tercatat tidak layak huni. Hal ini diketahui usai peletakan batu pertama pada Program Bedah Rumah yang diresmikan oleh Bupati Tatu Chasanah, Selasa (5/4/2016).
Tidak kurang dari 200 rumah diajukan Kepala Desa Domas untuk diperbaiki. Ternyata perbaikannya melalui program yang didanai Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB melalui Pemerintah Provinsi Banten. Sayangnya, program tersebut hanya mengakomodir renovasi 13 rumah.
“Usulan program dibuat pada 2013. Kami mengajukan 200 rumah ke Pemkab Serang, tapi yang bisa diperbaiki hanya 13 rumah pada tahun ini. Tujuh lagi untuk bedah rumah di daerah Wanayasa,” ujar Dendi Kurnia, Kepala Desa Domas.
Selain tahapan yang harus dilalui demi berjalannya program cukup menyulitkan, menurut Dendi Kurnia kurangnya koordinasi juga menjadi salah satu faktor kendala. Meski demikian, Dendi tetap bersyukur sudah ada perbaikan rumah sebagian kecil warganya.
“Tapi ya, tetap Alhamdulillah. Walau pun tidak banyak tetapi sudah terealisasi,” kata dia.
Dendi juga berharap program desa akan terus didukung oleh semua aparat pemerintah khususnya Pemkab Serang.
Terpisah, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyebut bahwa kedua puluh rumah yang direnovasi, didanai CSR Bank BJB yang dikelola Pemprov Banten. “Tenang saja, untuk yang lainnya kita masih punya dana di Dinas Tata Ruang, Dinas Sosial hingga Kemenpera,” ujar Tatu.
Di Dinas Tata Ruang, kata dia lagi, ada anggaran untuk kurang lebih 500 rumah. “Begitu pula dengan Kemenpera yang menganggarkan renovasi bagi 2000-an rumah,” tutupnya. (Odi)









