CILEGON – Sampai saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon masih kekurangan sarana dan prasarana untuk menunjang kinerjanya, hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilegon, Sam Wangge, Jumat (8/4/2016).
“Hingga sekarang ini, BPBD Cilegon belum memiliki mobil tangki air. Padahal jika musim kemarau, kita sangat membutuhkannya untuk menyuplai bantuan air bersih ke masyarakat yang terkena bencana kekeringan yang sering terjadi di Lingkungan Tembulun, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak,” ujar Sam Wangge.
Selain itu, lanjutnya, BPBD Cilegon juga belum mempunyai mobil dapur umum yang biasanya telah dilengkapi dengan alat untuk memasak. Sehingga tidak diperlukan lagi mendirikan tenda dapur umum.
“Biasanya ketika ada bencana banjir, kita hanya menggunakan tenda dapur umum sementara saja, itu juga dari Tagana milik Dinas Sosial. Kita sudah mengajukan proposal kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk meminta bantuan kedua mobil tersebut, tapi belum juga ada jawaban,” katanya.
Sam Wangge mengungkapkan, untuk logistik peralatan dasar berupa tenda pengungsi dan keluarga, BPBD Cilegon sudah memilikinya di luar kuota yang dibutuhkan.
“Tapi kalau sarpras peralatan dasar kita malah kelebihan, karena BNPB saja sudah mengirim sebanyak dua kali. Sekarang ini sudah ada tenda yang di kotak sebanyak 28, tenda keluarga ada 12 hingga 16,” tandasnya. (Riko)










